
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di kantor Kemebud, Jakarta. (Foto: Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama budaya yang berkelanjutan antara Indonesia dan Rusia.
Kerja sama yang dibahas meliputi pameran budaya, kolaborasi antarmuseum, penguatan literasi dan arsip sejarah, serta pengembangan perfilman dan seni pertunjukan sebagai bagian dari diplomasi budaya kedua negara.
Menbud Fadli Zon menyinggung kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, termasuk peresmian patung sastrawan Rusia Leo Nikolayevich Tolstoy di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada Desember 2025.
Ia juga menyampaikan rencana penempatan patung Chairil Anwar di St. Petersburg University sebagai representasi sastra dan budaya Indonesia.
Rencana tersebut disambut positif oleh Dubes Sergei Tolchenov yang hadir didampingi oleh Attaché Gleb Darchenkov dan Second Secretary Ekaterina Kuznetsova.
“Itu merupakan ide yang sangat baik dan kami terbuka untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan, termasuk opsi lokasi lainnya,” ujar Sergei Tolchenov dalam keterangan resmi Kemenbud, Rabu, 11 Februari 2026.
Pada kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga mendorong penjajakan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kebudayaan sebagai payung kerja sama yang lebih luas.
MoU tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connection) antara Indonesia dan Rusia, sebagaimana kerja sama kebudayaan yang telah dilakukan Indonesia dengan negara-negara sahabat lainnya.
Selain itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi dalam penguatan literasi dan arsip sejarah. Menbud menekankan pentingnya akses terhadap arsip-arsip sejarah yang tersimpan di Rusia.
“Terdapat banyak pertukaran arsip antara Indonesia dan Rusia. Oleh karena itu, kami ingin menjajaki kemungkinan akses terhadap arsip-arsip tersebut karena sangat penting bagi kita,” kata Fadli Zon.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Sergei Tolchenov menjelaskan bahwa banyak arsip di Rusia telah terdigitalisasi dan mudah diakses, seiring dengan kerja sama yang telah terjalin antara Arsip Nasional Federasi Rusia dan Arsip Nasional Republik Indonesia.
Di bidang perfilman, Indonesia dan Rusia sepakat untuk menjajaki kerja sama produksi film, partisipasi dalam festival film internasional, serta penguatan jejaring industri kreatif.
Menbud menegaskan pentingnya promosi dan pemutaran film Indonesia di berbagai festival film di Rusia sebagai langkah awal kolaborasi yang konkret.
“Partisipasi dalam kegiatan dan festival film masing-masing negara merupakan cara yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri perfilman, sehingga kolaborasi dapat terjalin secara alami dan berkelanjutan,” ujar Menbud.
Pada kesempatan yang sama, Dubes Sergei Tolchenov juga menyampaikan undangan kepada Menbud Fadli Zon untuk menghadiri Congress of the OIC Ministers of Culture yang akan diselenggarakan di Kazan.
Forum tersebut akan membahas isu-isu dunia Muslim, termasuk ekonomi halal, perbankan syariah, dan fesyen, serta melibatkan pelaku industri kreatif dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pertemuan ini juga membahas penguatan kerja sama pendidikan seni dan budaya, khususnya peluang kolaborasi antara institusi seni pertunjukan Rusia dan lembaga pendidikan seni di Indonesia guna mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi kreatif lintas negara.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Rusia menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama kebudayaan sebagai fondasi persahabatan jangka panjang dan sarana membangun dialog yang berkelanjutan antarbangsa.
Editor: Redaksi TVRINews
