
Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI Retno Wulan K
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) menyiapkan berbagai skema nonton bareng (nobar) hingga program “debar” atau dengar bareng untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati Piala Dunia FIFA 2026.
Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI Retno Wulan K. Purbodjati menjelaskan nobar akan dibagi dalam skema komersial dan non-komersial. Untuk non-komersial, TVRI akan menggandeng pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kota.
Di sisi lain, pelaku usaha seperti kafe dan pusat bisnis juga dapat menggelar nobar dengan mendaftar melalui portal khusus yang tengah disiapkan, yakni bolagembira.tvriplus.com. Portal tersebut dijadwalkan meluncur pada pekan pertama April 2026.
“Nantinya masyarakat bisa mendaftar, dan akan kami kurasi mana yang berbayar maupun gratis, termasuk melihat kapasitasnya,” ujar Retno dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menambahkan LPP TVRI juga mendorong keterlibatan UMKM dalam penyelenggaraan nobar sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Bahkan, daerah terdampak bencana seperti wilayah Sumatera juga akan difasilitasi untuk menggelar kegiatan serupa.
Selain itu, LPP TVRI akan menggelar nobar di 34 stasiun daerah, termasuk di pusat melalui fasilitas Sport Center. Beberapa titik di kota besar juga akan menghadirkan nobar skala besar yang dikolaborasikan dengan hiburan seperti pertunjukan musik.
Untuk memperluas jangkauan siaran, TVRI juga tengah menjajaki kerja sama dengan televisi lokal berbayar agar masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses tetap bisa menyaksikan pertandingan.
Sementara itu, Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono menambahkan inovasi lain berupa program “debar” atau dengar bareng. Program ini memungkinkan masyarakat mengikuti pertandingan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) serta radio lainnya.
“Seluruh pertandingan, sekitar 104 match, juga akan disiarkan melalui radio seperti Radio Republik Indonesia, sehingga masyarakat tetap bisa mengikuti Piala Dunia meski sedang dalam perjalanan atau tidak mengakses televisi,” kata Arif.
Dengan berbagai skema tersebut, TVRI menargetkan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan atmosfer Piala Dunia 2026, baik melalui layar televisi, kegiatan nobar, maupun siaran radio.
Editor: Redaksi TVRINews
