Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Sumatera Selatan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang humanis, kontekstual, dan menyenangkan bagi murid. Ia juga mengingatkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan amanah rakyat untuk masa depan generasi bangsa.
Hal tersebut disampaikan Atip saat kunjungan kerja di Sumatra Selatan untuk meninjau pelaksanaan program prioritas pendidikan di SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), dan SMA Negeri 21 Palembang.
Dalam arahannya di SMA Negeri 21 Palembang, Atip menyebut revitalisasi sekolah merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto usai pelantikan, guna memastikan layanan pendidikan bermutu hadir di seluruh Indonesia. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga masyarakat, ikut mengawasi penggunaan anggaran.
“Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat,”ujar Wamendikdasmen Atip dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan dana yang telah dirancang secara presisi.
“Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee,” tambahnya.
Pemerintah menerapkan skema swakelola dalam program revitalisasi untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dari pihak sekolah. Dari anggaran sekitar Rp16,9 triliun, cakupan penerima manfaat meningkat dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan hanya dalam waktu 4–5 bulan.
Meski demikian, Atip mendorong agar tenaga kerja lokal dan perguruan tinggi dilibatkan lebih optimal guna menggerakkan ekonomi daerah. Ia juga menekankan pentingnya keakuratan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan kejujuran dalam pengisian data.
Pembelajaran Kontekstual dan Berani Berbahasa
Saat mengunjungi SD Negeri 06 Indralaya, Atip meninjau kelas Matematika dan berdialog dengan guru. Ia mendorong agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada angka, tetapi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari murid.
“Berikan soal yang kontekstual. Buat pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan,” pesannya.
Di SMP Olahraga Negeri Sriwijaya, ia berinteraksi dengan murid kelas 8 dalam sesi Bahasa Inggris menggunakan papan interaktif. Ia mendorong siswa berani berbicara tanpa takut salah tata bahasa.
“Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, tapi bahasa internasional dan sains. Gunakan bahasa Inggris sepenuhnya di kelas agar terbiasa,”ucapnya.
Menurutnya, keberanian berbicara harus dibangun lebih dahulu sebelum memperbaiki aspek tata bahasa secara bertahap.
Peresmian Revitalisasi di Palembang
Kunjungan ditutup dengan peninjauan hasil revitalisasi di SMA Negeri 21 Palembang yang menerima bantuan Rp3,2 miliar untuk pembangunan 11 ruang kelas baru dan tiga paket toilet. Agenda tersebut sekaligus menandai peresmian simbolis revitalisasi bagi 42 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Selatan.
Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmen bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran yang memanusiakan murid di seluruh pelosok negeri.
Editor: Redaktur TVRINews
