Penulis: Andre Alessande
TVRINews, Lampung
Sepanjang Tahun 2023, sebanyak 5 orang warga meninggal dunia akibat cuaca buruk yang menerpa Kabupaten Pesisir Barat. Menurut catatan B-P-B-D setempat, keseluruhan korban tewas akibat tenggelam di lautan. 5 korban itu, meliputi 4 nelayan dan satu mahasiswa yang sedang melakukan kuliah kerja nyata.
Dari keseluruhan korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam itu hanya 3 korban yang berhasil ditemukan jasadnya, sedangkan 2 lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Plh Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat Hermansyah mengatakan bahwa hingga Juli 2023 pihaknya mencatat sebanyak 26 kasus cuaca ekstrem menghantam wilayah setempat.
"Dari jumlah kasus tersebut ada 5 korban meninggal dunia karena tenggelam di Perairan Pesisir Barat, bahkan terbaru mahasiswa Itera yang sedang menjalani KKN yang menjadi korban," kata Hermansyah, Selasa, 11 Juli 2023.
Baca juga: Kejati Lampung Tangani Dugaan Korupsi Rp.14 M Di DPRD Tanggamus
Herman menambahkan tidak semua korban tenggelam tersebut jasadnya ditemukan sebab tercatat hingga saat ini terdapat dua korban yang jasadnya belum ditemukan hingga saat ini, peristiwanya terjadi pada bulan Januari lalu yang menimpa dua nelayan setempat.
Pelaksana harian kepala B-P-B-D Pesibar Hermansyah mengatakan cuaca buruk yang terjadi di sepanjang tahun 2023 didominasi cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat. Lalu di posisi teratas terdapat bencana gempa bumi dengan jumlah peristiwa mencapai 30 kali.
Sedangkan pada tahun 2022 terdapat total korban meninggal dunia sebanyak 10 orang dengan rincian 7 tenggelam atau hanyut dilaut dan 3 lainnya tertimpa tanah longsor. Hermansyah berharap tidak ada lagi korban yang harus kehilangan nyawa akibat cuaca buruk. Herman meminta masyarakat selalu waspada, terlebih kepada nelayan saat mencari ikan dilaut.
Editor: Redaktur TVRINews
