
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (Foto: Instagram @sekretariat.kabinet)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Kabinet Merah Putih segera rapatkan kebijakan efisiensi anggaran di tengah krisis global.
Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kebijakan efisiensi anggaran secara menyeluruh, termasuk munculnya wacana pemotongan gaji para menteri di Kabinet Merah Putih.
Mencuat nya kabar ini sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan krisis energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa berbagai konsep mengenai penyesuaian fiskal ini akan dibahas secara mendalam dalam rapat kabinet mendatang.
Namun, ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.
"Intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini. Belum ada keputusan apa pun," ujar Teddy saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 7 April 2026.
Fokus pada Akurasi Belanja Negara
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pemotongan gaji menteri dapat menjadi simbol solidaritas pejabat negara di tengah tekanan ekonomi. Purbaya bahkan memproyeksikan angka pemotongan bisa mencapai kisaran 25 persen.
Meski demikian, bendahara negara tersebut menegaskan bahwa realisasi kebijakan ini sepenuhnya berada di bawah diskresi Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau menteri sih tidak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," tutur Purbaya dalam pertemuan di kantor Kemenko Perekonomian, Senin 6 April 2026.
Strategi Efisiensi Mandat Menkeu
Langkah penghematan ini bukan sekadar menyasar pendapatan pejabat, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan akan mengambil langkah tegas dalam menyisir komponen belanja kementerian dan lembaga yang dinilai tidak mendesak.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya kementerian cenderung pasif dalam melakukan efisiensi mandiri.
Fokus utama penyisiran anggaran adalah program-program yang memiliki akselerasi lambat atau tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya akan tentukan berapa persen potongannya, nanti mereka yang menyesuaikan," tegas Purbaya. Ia menambahkan bahwa efisiensi ini merupakan langkah preventif guna menghadapi volatilitas ekonomi akibat ketegangan global yang belum mereda.
Editor: Redaksi TVRINews
