Penulis: Heru Sukemi
TVRINews, Malang
Indonesia terus mengejar mimpi untuk menjadi negara maju dengan status sebagai negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk segera mewujudkannya.
Baca Juga: Kunker ke India, Menhub Jajaki Peluang Kerja Sama Penerbangan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membuka investasi seluas-luasnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengundang investasi besar-besaran telah didukung dengan diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Indonesia," kata Muhadjir di Malang, Jawa Timur, dikutip Jumat (16/12/2022).
Menurut Muhadjir, presidensi Indonesia dalam helatan akbar itu bisa mendorong masuknya investasi dari kancah global. Dengan banyaknya investasi global, maka kata Muhadjir, lapangan pekerjaan di Indonesia juga akan bisa terbuka lebar untuk menyerap pekerja dari lulusan perguruan tinggi dan sekolah tinggi demi mewujudkan SDM produktif.
"Berbagai macam investasi dari dalam ataupun luar diharapkan masuk ke Indonesia untuk menanam modalnya uangnya kapitalnya di Indonesia. Karena dengan investasi dan investor, lapangan kerja bisa terbuka. Tanpa investasi kecil kemungkinan lapangan kerja dibuka," ucap Muhadjir.
Karenanya, kata Muhadjir, dengan presidensi G20 yang dihadiri oleh 20 negara dengan ekonomi besar dunia, adalah upaya yang dilakukan untuk mengundang investor dan membuka lapangan kerja untuk menjadikan Indonesia menjadi bagian dari negara maju dengan ekonomi kuat.
"Indonesia saat ini adalah nomor 16 dari 20 negara dengan PDB (Produk Domestik Bruto) tertinggi. Target 2045 kita bisa menjadi negara nomor 5 terkaya di dunia dari segi PDB," ujarnya.
Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan maju dan besarnya Indonesia akan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia produktif yang nanti akan mengabdikan dirinya pada bangsa dan negara ini.
Baca Juga: Prabowo Temui Menhan Prancis, Bahas Penguatan Hubungan Strategis Demi Stabilitas di Indo-Pasifik
"Pesan saya jangan berhenti belajar. Jadikanlah belajar menjadi gaya hidup, cara hidup, ideologi saudara. Tiada hari tanpa belajar. Karena pada hakikatnya insan profesional adalah manusia pembelajar," tutur Muha
Editor: Redaktur TVRINews
