
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap menjadi tulang punggung pengamanan nasional, termasuk dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026.
Mensesneg menjelaskan bahwa meskipun tidak disampaikan secara khusus dalam forum Rapim tersebut, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan secara intensif. Dalam setiap koordinasi, TNI dan Polri selalu dilibatkan guna memastikan stabilitas serta kelancaran berbagai aspek pelayanan publik bagi masyarakat luas.
“Secara spesifik arahan dari Bapak Presiden memang di dalam forum tadi tidak secara eksplisit beliau sampaikan, tetapi dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi,” ujar Prasetyo Hadi
Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI dan Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama dalam pengaturan lalu lintas selama momentum penting tersebut.
“Baik TNI maupun Polri selalu hadir karena banyak hal yang juga saling berkaitan, misalnya dalam hal penanganan kelancaran lalu lintas, itu juga menjadi domain dari tugas teman-teman dari Kepolisian,” tambah Prasetyo.
Mengenai pelaksanaan Rapim TNI–Polri, Mensesneg menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun. Pada kesempatan ini, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pimpinan kedua institusi tersebut di Istana Merdeka.
“Jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini, alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” kata Mensesneg.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya peran TNI dan Polri sebagai institusi yang kuat, profesional, serta memiliki kedekatan emosional dengan rakyat. Presiden menegaskan jati diri aparat sebagai Tentara Rakyat dan Polisi Rakyat.
“Terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” jelasnya.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada TNI dan Polri atas dedikasi mereka selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya. Kedua institusi dinilai konsisten berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat serta menyukseskan program-program pemerintah.
“Di dalam pengarahan beliau tadi, beliau juga menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah,” pungkas Prasetyo.
Editor: Redaktur TVRINews
