
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan talenta periklanan digital di daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program AKTIF Native Advertising yang digelar di Pendopo Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada 17–18 April 2026.
Program yang berkolaborasi dengan Indonesia Digital Association (IDA) ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia kreatif agar mampu bersaing dan menembus pasar nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi, mengatakan industri periklanan global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan membuka peluang besar bagi talenta lokal. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan konten digital yang semakin dinamis.
"Melalui program ini, kami ingin talenta di Pariaman tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pemain aktif yang kompeten dan siap bersaing di industri nasional," ujar Cecep dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 19 April 2026.
Menurutnya, salah satu fokus utama pelatihan adalah penguasaan native advertising, yakni teknik mengemas iklan agar menyatu secara alami dengan konten tanpa mengganggu audiens. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah banjir informasi, di mana masyarakat cenderung menghindari iklan konvensional.
Pemerintah Kota Pariaman pun menyambut baik program tersebut. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah melalui platform digital, sekaligus memperluas jangkauan pasar," kata Yota Balad.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, program ini menghadirkan mentor profesional dari berbagai bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Peserta juga mendapatkan pendampingan lanjutan dalam menyusun portofolio profesional sebagai bekal memasuki industri kreatif.
Tidak hanya itu, karya peserta berpeluang dipublikasikan di media nasional, membuka kesempatan kolaborasi serta monetisasi. Hal ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi talenta lokal Pariaman untuk menembus pasar yang lebih luas.
Ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S, menyebut kolaborasi ini penting untuk membawa standar industri langsung ke daerah. Dengan demikian, para peserta dapat memahami kebutuhan pasar kerja secara nyata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas peserta, OPPO Indonesia turut memberikan apresiasi bagi karya terbaik yang dihasilkan selama program berlangsung.
Melalui inisiatif ini, Kementerian Ekraf optimistis talenta periklanan dari Pariaman dapat berkembang lebih cepat, berdaya saing, dan mampu berkontribusi di tingkat nasional hingga global.
Editor: Redaktur TVRINews
