
Kementerian Pertanian (Kementan) melepas penyaluran bantuan pangan untuk korban bencana banjir longsor di Sumatera Kamis 4/12/2025
Penulis: Fityan
Upaya Cepat Pemerintah Atasi Krisis Pangan Korban Banjir Bandang dan Longsor
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog segera mendistribusikan bantuan beras dalam jumlah signifikan bagi para korban yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kebutuhan pangan dasar masyarakat di lokasi bencana dapat terpenuhi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan beras hingga 5.000 ton untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Keputusan ini didasarkan pada peninjauan langsung kondisi lapangan yang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan tambahan pasokan pangan.
"Kami datang melihat langsung kondisi lapangan, di lokasi bencana, kami lihat masyarakat terdampak masih butuh tambahan beras. Kami langsung tanda tangan persetujuan di tempat pengungsian, itu 5.000 ton beras," ujar Mentan Amran Sulaiman dalam konferensi pers pelepasan bantuan ke Sumatera di kantor Kementan, Kamis 4 Desember 2025.
Jauh sebelum alokasi tambahan 5.000 ton ini, Perum Bulog juga telah mengirimkan 500 ton beras yang dilaporkan sudah tiba di lokasi bencana. Selain itu, Amran menambahkan bahwa terdapat sumbangan dari pihak lain berupa 25 ton beras yang dijadwalkan akan dikirim hari ini.
Penyaluran dan Cadangan Strategis
Pemerintah juga mengambil kebijakan strategis dengan menyiapkan cadangan beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal untuk wilayah terdampak bencana. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan dan mencegah potensi kekurangan di masa kritis.
"Kami siapkan cadangan beras 3 kali lipat dari kebutuhan. Kita tidak ingin ada satu orang pun kekurangan beras," jelas Amran. Dia menyebutkan stok cadangan di wilayah sekitar, seperti 80.000 ton di Aceh, sekitar 30.000 ton di Medan, dan 7.000 ton di Sumatera Barat.
Namun demikian, penyaluran bantuan menghadapi tantangan logistik yang serius, terutama di sejumlah daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
"Hanya saja, daerah-daerah yang terisolir ini harus menggunakan helikopter. Tetapi kemarin kami di lapangan meminta bersabar," tambahnya, mengakui kesulitan dalam menjangkau titik-titik tersebut.
Bantuan pangan ini dipastikan tidak hanya ditujukan kepada warga yang terkena dampak langsung oleh banjir bandang, tetapi juga mencakup masyarakat yang secara tidak langsung terdampak, seperti terputusnya akses jalan yang menghambat distribusi logistik normal.
"Contoh yang dikatakan terdampak, tidak kena bencana tetapi jalan putus. Nah itu terdampak, ini juga harus kita berikan bantuan pangan," tegasnya. Amran menyebutkan, bantuan reguler yang telah dikirimkan mencapai 34.000 ton beras, dengan total keseluruhan bantuan langsung saat ini mencapai kurang lebih 40.000 ton.
Editor: Redaksi TVRINews
