
Foto: gedung Kemdiktisaintek (TVRINews/Ho-Kemdiktisaintek)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun Anggaran 2026. Hal ini dilakukan, sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan tinggi yang didorong oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco mengatakan jika program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan perguruan tinggi swasta memiliki peran yang semakin kuat dalam sistem pendidikan nasional.
Selain memperluas akses, lanjutnya penguatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta daya saing lulusan.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika penguatan PTS menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkeadilan.
“Penguatan PTS merupakan syarat utama dalam mewujudkan sistem perguruan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Selain itu, program ini merupakan upaya pemerintah dalam memastikan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat dapat berkembang secara lebih merata di Indonesia, ” tegas Plt. Sesjen pada Senin, 13 April 2026.
Ia juga menuturkan, jika program tersebut telah dijalan sejak tahun 2016.
“Program ini terus mengalami peningkatan cakupan. Jika pada 2024 hanya menjangkau 60 perguruan tinggi swasta, maka pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 403 PTS,” ujarnya
Ia mengatakan, jika hal ini menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan tinggi swasta yang jumlahnya mendominasi di Indonesia.
Dikesempatan yang sama, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa program tahun 2026 difokuskan untuk memberikan dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk hadir memperkuat kualitas pendidikan tinggi di indonesia termasuk di dalamnya PTS,” tegas Direktur Najib.
Dalam implementasinya, PP-PTS 2026 dibagi ke dalam dua skema utama. Skema A menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui dukungan fasilitas bagi PTS skala kecil dan menengah.
“Pada Sementara Skema B, difokuskan untuk penguatan keunggulan institusi serta peningkatan relevansi lulusan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” kata dia
Nantinya, seluruh proses pelaksanaan program dilakukan secara akuntabel dan transparan. Selain itu, perguruan tinggi yang terpilih wajib mengikuti tahapan seleksi yang ketat serta memastikan pemanfaatan bantuan sesuai rencana yang diajukan.
Evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya menunjukkan program ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas institusi, serta mendorong lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui PP-PTS 2026, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi swasta dapat semakin berkembang menjadi institusi yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
“Informasi lengkap PP-PTS 2026 dapat disimak pada laman https://pppts.kemdiktisaintek.go.id,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
