
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Jakarta
Indeks kepuasan dan optimisme masyarakat menguat, terutama di wilayah Indonesia Timur, menurut data terbaru Indekstat
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan tingkat persetujuan publik (approval rating) yang signifikan di awal masa jabatannya.
Berdasarkan survei nasional terbaru yang dirilis oleh Indekstat Konsultan Indonesia, Sabtu 21 Februari 2026, sebanyak 79,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja kabinet saat ini.

Laporan bertajuk survei nasional tersebut menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun empat bulan kepemimpinan, pemerintah berhasil membangun basis dukungan yang kokoh.
Survei ini melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi melalui metode multistage random sampling, dengan margin kesalahan sekitar 2,9 persen.
Dominasi Dukungan di Wilayah Timur
Data menunjukkan adanya disparitas geografis dalam tingkat kepuasan, di mana wilayah luar Jawa memberikan apresiasi yang jauh lebih masif.
Pulau Kalimantan memimpin dengan angka kepuasan 96,66 persen, diikuti oleh Sulawesi (95,28 persen), serta Maluku dan Papua (93,16 persen).
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menilai perbedaan angka ini dipengaruhi oleh dinamika akses informasi dan sikap kritis masyarakat di tiap wilayah. Di wilayah Jawa dan Sumatera, angka kepuasan berada pada kisaran 88,9 persen dan 86,7 persen.

"Daya kritis dan kecepatan informasi menjadi faktor yang berpengaruh," ujar Ali dalam pemaparan hasilnya secara daring.
Analis melihat tingginya angka di Indonesia Timur sebagai validasi atas agenda pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah. Sebaliknya, angka yang relatif lebih rendah di Jawa dan Sumatera mencerminkan tuntutan yang lebih besar terhadap stabilitas daya beli masyarakat dan penguatan ekonomi mikro.
Proyeksi Masa Depan dan Sentimen Generasi
Selaras dengan angka kepuasan, indeks optimisme publik terhadap arah masa depan Indonesia juga menunjukkan tren positif.
Kembali, wilayah Sulawesi dan Kalimantan menjadi yang terdepan dalam menyuarakan keyakinan terhadap visi pemerintah.
Namun, survei ini juga menyoroti perbedaan perspektif antar-generasi. Kelompok Generasi X dan Baby Boomers tercatat sebagai kelompok yang paling optimistis, dengan angka melampaui 85 persen.
Sebaliknya, Generasi Z menunjukkan sikap yang lebih skeptis meski tetap berada dalam zona mayoritas positif.
Ali Mahmudin menjelaskan bahwa keraguan di kalangan anak muda umumnya berkaitan dengan isu kesejahteraan fundamental.
"Gen Z cenderung lebih kritis dan reflektif. Kelompok ini sangat sensitif terhadap isu pekerjaan, upah, dan mobilitas sosial," tambahnya.
Secara keseluruhan, laporan ini memberikan gambaran bahwa meski pemerintah memiliki modal politik yang kuat melalui optimisme publik yang luas, tantangan besar tetap menanti.
Konsistensi kebijakan dalam menjaga stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan pemilih di wilayah urban dan kelompok usia muda di masa mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews
