
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan skema one way lokal, untuk mengati kepadatan pada arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Di mana, rekayasa lalin tersebut akan berlaku mulai 23 Maret 2026 mendatang.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menuturkan, jika hal tersebut dilakukan karena saat arus mudik lebaran volume kendaraan naik dari 258 ribu kendaraan menjadi 270 ribu kendaraan.
“Tentu kita antisipasi. Dari persentase-persentase tadi udah kita hitung," kata dia pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Tak hanya itu, ia juga memprediksi ada 66 persen kendaraan akan menuju jalur Trans Jawa, sedangkan 33 persen lainnya ke Jawa Barat.
“Kami informasikan tentunya strategi untuk arus balik sudah kami siapkan juga. Jadi persentase traffic counting yang menuju ke Jawa Barat, yang menuju ke Trans Jawa, itu, ke Trans Jawa kurang lebih 66 persen. Nanti akan kita kelola pada saat arus balik. Yang ke Jawa Barat itu 33 persen,” ungkapnya
Ia menerangkan, jika rekayasa lalin akan terbagi menjad dua tahap yakni one way lokal dibuka dari KM 414 hingga KM 70.
“Bila perlu di tanggal 23 ini kami sudah lakukan one way lokal sepenggal tahap pertama," beber dia.
Jika arus masih tinggi, lanjutnya pihak kepolisian akan memperpanjang skema tersebut hingga KM 263 Pejagan.
Tak hanya itu, ia mengatakan jika di titik KM 70 pihaknya akan menyiapkan contraflow. Di mana, skema rekayasa lalin tersebut bisa diterapkan hingga KM 55 atau bahkan KM 36, tergantung kondisi arus.
"Sampai 70 karena dia menyempit, ketemu di 70, dan melebar nanti setelah ke 36 ke arah Jakarta, nanti akan kita persiapkan contraflow juga. Contraflow dari kilometer 70 sampai mungkin 55 atau mungkin sampai 36. Nanti kita lihat flow-nya tinggi atau tidak," imbuhnya
Selain itu, ia mengatakan jika nantinya pengamanan akan diperketat di jalur wisata dan pelabuhan, termasuk Bakauheni, Merak, dan Gilimanuk, untuk memastikan perjalanan mudik dan balik tetap lancar.
Agus juga memastikan, situasi keamanan tetap terkendali selama operasi Lebaran, tanpa ada kejadian menonjol yang mengganggu arus mudik.
Selain itu, saat ini angka kecelakaan juga tercatat menurun. Fatalitas korban meninggal turun 27 persen, sedangkan jumlah peristiwa turun 3,5 persen.
“Jadi tidak ada peristiwa yang menonjol. Termasuk Kamseltibcarlantas juga sudah kami laporkan kepada Bapak Kapolri per H 8 hari pada saat operasi. Peristiwa kecelakaan berkaitan dengan fatalitas korban meninggal dunia turun 27 persen. Jadi ini dinamis ya, kemarin kan 24 persen, sekarang 27 persen,” ujar dia.
“Peristiwanya itu turun 3,5 persen. Ini alhamdulillah tentunya akan kita pertahankan sampai nanti pada arus balik,” tukasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
