TVRINews – Jakarta
Badan Pangan Nasional memperluas operasi pasar di 36 provinsi guna menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara masif memperluas jangkauan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di ratusan titik di seluruh Indonesia, untuk mengamankan stabilitas pasokan dan menjaga lonjakan harga komoditas pokok seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Berdasarkan data otoritas pangan, eskalasi program intervensi pasar ini dirancang untuk memastikan interaksi supply-demand di tingkat domestik tetap berada dalam koridor yang sehat, sekaligus memberikan akses pangan berkualitas dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)
Operasi Pasar Skala Nasional
Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana, mengungkapkan bahwa akumulasi pelaksanaan operasi pasar murah sejak awal tahun telah menyentuh angka ribuan titik, sebagai bentuk respons aktif pemerintah terhadap potensi fluktuasi harga seasonal.
"Kami terus mendorong adanya Gerakan Pangan Murah, dan hingga Januari-Mei tahun ini telah terjadi sebanyak 4.973 kali di 36 provinsi dan 374 kabupaten kota. Untuk bulan Mei totalnya 518 kali di 21 provinsi dan 143 kabupaten kota," ujar Kelik di lama resmi BPN, Senin 26 Mei 2026.
Kelik menambahkan bahwa skema GPM ini diproyeksikan menjadi penyangga (buffer) bagi daya beli masyarakat, sekaligus instrumen efektif untuk meredam spekulasi harga di tingkat pedagang eceran.
Pemetaan wilayah menunjukkan wilayah Sumatra Utara memimpin intensitas program pada bulan Mei dengan 99 kali operasi, disusul Jawa Barat (95 kali), dan Sulawesi Selatan (83 kali). Program serupa juga dilaporkan berjalan simultan dari ujung barat Aceh hingga wilayah timur di Papua Selatan.
Inovasi Distribusi dan Mitigasi Inflasi Daerah
Dalam perkembangannya, beberapa pemerintah daerah menerapkan modifikasi taktis dalam penyaluran pangan murah untuk mengoptimalkan jangkauan geografis. Di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, otoritas setempat meluncurkan sistem jemput bola melalui program GPM "On The Road".
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan bahwa menjaga stabilitas makroekonomi daerah memerlukan tindakan konkret yang berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
"Kami tidak ingin masyarakat terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung menjelang Idul Adha. Karena itu, gerakan ini akan terus kami jalankan," tegas Shalahuddin.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan komitmen jangka panjang dalam mengendalikan laju inflasi daerah dan menjaga ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
Sesuai dengan kalender kerja nasional Bapanas, gelombang pelaksanaan GPM dijadwalkan akan terus bergulir tanpa jeda mendekati hari raya, termasuk agenda terdekat di Kota Bengkulu pada akhir Mei ini dan Kabupaten Bekasi pada pengujung pekan depan.










