
Foto: Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Perum BULOG memaparkan capaian kinerja strategis sepanjang tahun 2025 yang menegaskan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025 BULOG mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton.
"Angka tersebut berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras," ungkap Ahmad Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta Selasa, Jumat, 2 Januari 2026.
Capaian tersebut, kata Ahmad Rizal, menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan pendapatan petani nasional.
*Penyerapan Gabah Tertinggi Sepanjang Sejarah*
Ahmad Rizal menegaskan, penyerapan GKP sepanjang 2025 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Perum BULOG. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak terlepas dari kehadiran aktif BULOG di lapangan yang bersentuhan langsung dengan petani.
“Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi menuju swasembada pangan,” ujarnya.
*Pengadaan Jagung Jaga Stabilitas Produsen*
Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton. Jumlah tersebut terdiri atas 101.770 ton melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan 198 ton dari kegiatan komersial.
Langkah ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional.
*Penyaluran Bantuan dan Stabilisasi Harga*
Di sisi distribusi, BULOG telah menyalurkan Bantuan Pangan hampir 785 ribu ton sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Sementara itu, penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras mencapai 795 ribu ton, serta SPHP Jagung sebesar 51.211 ton.
“Intervensi pasar melalui SPHP dilakukan secara terukur dan terawasi, dengan tujuan menjaga stabilitas harga tanpa merusak mekanisme pasar, sekaligus melindungi konsumen dan petani,” kata Ahmad Rizal.
*Gerakan Pangan Murah Raih Rekor MURI*
Dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau, BULOG bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia. Program ini mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
*Stok Cadangan Tetap Aman*
Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat sebesar 3,25 juta ton. Capaian ini melanjutkan tren positif setelah BULOG mencatatkan stok tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025.
*Penyaluran Bantuan Bencana di Sumatera*
Dalam kondisi darurat, BULOG juga menyalurkan bantuan pangan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera. Distribusi bantuan mencakup Provinsi Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton.
“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan bencana tersedia secara cepat dan tepat sasaran,” pungkas Ahmad Rizal.
Editor: Redaktur TVRINews
