Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Mukhtarudin secara resmi melepas 344 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor profesional dalam sebuah acara seremonial di Kampus Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta Timur, Selasa, 10 Maret 2026.
Para pekerja migran tersebut akan ditempatkan di berbagai negara di Asia dan Eropa untuk mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari perawat, insinyur melalui skema Gijinkoku di Jepang, hingga pramugari.
Dalam sambutannya, Mukhtarudin menegaskan pentingnya konsep brain circulation atau sirkulasi talenta bagi pekerja migran Indonesia.
Ia berharap para pekerja tidak hanya mencari penghasilan di luar negeri, tetapi juga kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman serta keahlian baru.
"Ketika kontrak selesai, mereka kembali ke Indonesia untuk berwirausaha atau mengabdi di sektor profesional. Banyak alumni yang kemudian mentransfer pengetahuan mereka kepada calon pekerja baru. Ini adalah ekosistem yang sehat," kata Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Menu MBG Berisi Lele Mentah, Komisi IX DPR Minta Evaluasi Total
Ia juga mengapresiasi peran Binawan Group yang dinilai menjadi pionir dalam penempatan tenaga kerja Indonesia sejak 1976. Menurutnya, ekosistem yang dibangun oleh pihak swasta tersebut selaras dengan visi pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing secara global.
Kemudian, Mukhtarudin menilai Binawan University telah menjadi contoh melalui layanan one stop service yang mencakup proses pendidikan, penempatan kerja, hingga pemberdayaan pekerja migran setelah kembali ke Indonesia.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menjelaskan bahwa peluang kerja bagi tenaga profesional Indonesia di luar negeri terus meningkat seiring fenomena aging population atau penuaan penduduk di sejumlah negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia yang saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang melimpah.
"Mereka membutuhkan tenaga kerja produktif, sementara kita memiliki kelebihan tenaga kerja usia produktif. Ini seperti botol bertemu katupnya," ucapnya.
Pemerintah pun mendorong penempatan pekerja migran pada sektor-sektor profesional seperti hospitality, manufaktur, engineering, dan tenaga kesehatan.
Di sisi lain, Mukhtarudin memastikan negara tetap hadir dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri. Pemerintah terus melakukan pemantauan ketat melalui koordinasi dengan perwakilan RI di negara penempatan.
Perlindungan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan kedutaan dan konsulat RI, serta penyediaan layanan hotline darurat bagi pekerja migran yang menghadapi kendala selama bekerja.
"Prinsipnya, negara tetap akan hadir. Perlindungan akan dilakukan secara maksimal bersama mitra penyalur yang kredibel," tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
