Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Beijing
Menteri Kebudayaan sebut peran pelajar hingga komunitas Indonesia di Beijing krusial perkuat jembatan diplomasi kedua bangsa.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya peran kebudayaan sebagai fondasi utama dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama pelajar, diaspora, akademisi, pengajar Bahasa Indonesia, serta komunitas Indonesia di Wisma KBRI Beijing.
Kegiatan yang merupakan inisiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini fokus membahas strategi penguatan hubungan antarmanusia (people-to-people contact) melalui jalur budaya.
“Di tengah penguatan hubungan politik, ekonomi, dan keamanan, hubungan antarmanusia menjadi fondasi penting. Budaya adalah jembatan yang memperdalam saling pengertian antar masyarakat kedua negara,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Selasa, 28 April 2026.
Akar Sejarah dan Akulturasi Budaya
Menteri Fadli menyampaikan bahwa eksistensi Indonesia harus semakin nampak di Tiongkok. Ia mengingatkan, hubungan kedua bangsa telah berlangsung selama berabad-abad, yang dibuktikan dengan temuan arkeologis berupa keramik Tiongkok dari abad ke-7 di berbagai wilayah Nusantara.
Menurutnya, sejarah panjang tersebut telah melahirkan akulturasi budaya yang hingga kini masih hidup dalam tradisi masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menjadi modal kuat untuk mempererat persahabatan kedua negara di masa depan.
Langkah Strategis Penguatan Promosi
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan sejumlah program strategis. Fokus utamanya meliputi promosi budaya yang lebih masif dan sistematis.
“Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan promosi budaya Indonesia di Tiongkok melalui penjajakan Rumah Budaya Indonesia, pameran kebudayaan, pengiriman karya dan seniman ke berbagai festival budaya, serta penguatan penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Mandarin,” terang Menteri Fadli.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi dan industri budaya berbasis kekayaan intelektual (intellectual property) sebagai bagian dari diplomasi modern.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai dukungan kegiatan budaya mahasiswa, pelestarian lagu dan bahasa daerah, hingga peluang kolaborasi antara universitas dan institusi di kedua negara.
Hadir dalam diskusi tersebut Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; serta sejumlah Indonesianis dan peneliti budaya, termasuk Direktur Center for Southeast Asian Studies, Chinese Academy of Social Sciences, Xu Liping.
Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi tinggi kepada diaspora dan mahasiswa sebagai duta budaya di lapangan. Kontribusi mereka dinilai mampu mendekatkan kebudayaan Indonesia dengan masyarakat Tiongkok sekaligus menjadi instrumen penting bagi persahabatan dan perdamaian dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
