
dok. TVRI
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Kebijakan inklusif menjadi kunci untuk memastikan seluruh warga, termasuk kelompok marginal seperti perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya, mendapatkan hak dasar dan akses setara terhadap layanan publik serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara.
Dalam upaya memperkuat kebijakan inklusif di Indonesia, Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) bersama mitra organisasi masyarakat sipil (OMS) menggelar diskusi bertajuk Dialog dengan Media: Memperkuat Kebijakan Inklusif di Indonesia. Acara ini menyoroti pentingnya pendekatan multipihak yang berbasis prinsip Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) dalam mewujudkan kebijakan yang lebih adil dan merata.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam OMS INKLUSI turut hadir dalam dialog ini, di antaranya ‘Aisyiyah, Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), serta Kemitraan.
Direktur Eksekutif SIGAB Indonesia, Joni Yulianto, menegaskan bahwa penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses kesempatan yang setara di bidang pendidikan, pekerjaan, dan pengambilan keputusan.
“Kebijakan inklusif harus memastikan penyandang disabilitas memiliki akses penuh terhadap layanan dan hak mereka sebagai warga negara,” kata Joni Yulianto, dikutip pada Rabu, 19 Maret 2025.
Sementara itu, Yayasan PEKKA yang berfokus pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga menyoroti pentingnya akses layanan dasar bagi kelompok marginal. Melalui program INKLUSI, PEKKA berupaya mendukung perempuan kepala keluarga dalam memperoleh identitas hukum, perlindungan sosial, serta akses terhadap bantuan ekonomi dan penghidupan yang layak.
Adapun dalam diskusi ini juga menghadirkan pembicara dari OMS Estungkara, Team Leader Program INKLUSI, dan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang menegaskan komitmen untuk menciptakan kondisi di mana masyarakat marginal dapat mengakses hak mereka. secara penuh.
Editor: Redaktur TVRINews
