
dok. Kemenkes
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Tamiang
Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banda Aceh memberikan layanan kesehatan terpadu bagi anak-anak yang terdampak bencana di lokasi pengungsian Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang.
Pelayanan kesehatan tersebut difokuskan pada kelompok rentan, khususnya balita. Tercatat sekitar 80 anak mendapatkan pemeriksaan dan layanan medis di lokasi pengungsian.
Dokter Spesialis Anak relawan TCK Kemenkes, Hendri Azis, mengatakan sejumlah keluhan kesehatan umum ditemukan pada anak-anak pascabencana. Keluhan tersebut antara lain batuk, pilek, demam, infeksi saluran pernapasan atas, diare, serta gangguan kulit.
“Gejala-gejala itu memang sering muncul pada anak-anak setelah terjadi bencana, terutama karena perubahan lingkungan dan kondisi tempat tinggal yang kurang ideal,”ujar Hendri dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim juga melakukan skrining status gizi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas. Dari hasil sementara, ditemukan satu anak dengan gizi buruk, satu anak mengalami stunting, serta enam anak masuk kategori gizi kurang.
Menurut Hendri, balita merupakan kelompok yang paling rentan terdampak situasi darurat, sehingga pemantauan kesehatan dan gizi perlu dilakukan secara intensif.
“Deteksi dan penanganan dini sangat penting agar gangguan kesehatan dan pertumbuhan anak bisa segera ditangani,”jelasnya.
Pelayanan yang diberikan mencakup upaya pencegahan, promosi kesehatan, dan pengobatan. Upaya preventif dilakukan melalui pemberian vitamin A dan obat cacing. Sementara itu, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan diri dan kebiasaan menggosok gigi, menjadi bagian dari layanan promotif. Anak-anak yang mengalami keluhan kesehatan juga mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Perwakilan IDAI Cabang Banda Aceh, Rismalisa Fitri, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi tenaga kesehatan untuk melindungi kesehatan anak-anak pascabencana.
“Pelayanan dilakukan di posko kesehatan dan fasilitas yang tersedia, mulai dari penyuluhan, pemeriksaan status gizi, hingga pengobatan,”ungkap Fitri.
Ia menambahkan, layanan kesehatan anak akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan dampak bencana terhadap tumbuh kembang anak.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui Tim TCK dan kerja sama dengan organisasi profesi guna memastikan anak-anak dan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
Editor: Redaktur TVRINews
