
Wapres Gibran saat Disambut Tarian Gale-Gale dan Prosesi Adat Mansorandak (Foto: BPMI Sekretariat Wakil Presiden)
Penulis: Fityan
TVRINews – Raja Ampat
Kunjungan ke Sorong dan Raja Ampat Fokus pada Infrastruktur serta Kearifan Lokal
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan serangkaian kunjungan kerja strategis di Provinsi Papua Barat Daya pada Rabu 22 April 2026.
Agenda ini difokuskan pada penguatan sektor kelautan di Kota Sorong serta penghormatan terhadap adat istiadat di Kabupaten Raja Ampat.
Kunjungan ini dipandang sebagai manifestasi komitmen pemerintah pusat dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah timur Indonesia, khususnya dalam sektor ekonomi biru dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tradisi Mansorandak: Simbol Penerimaan Adat
Tiba di Bandara Marinda, Raja Ampat, Wakil Presiden disambut oleh ritus budaya yang kental.
Tari Gale-Gale menyambut ketibaan rombongan sebelum Wapres menjalani prosesi Mansorandak.
Tradisi ini merupakan ritual sakral bagi tokoh bangsa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Raja Ampat.
Dipimpin oleh Tetua Adat, Wapres melintasi tikar senat dan menerima perlengkapan adat berupa noken serta topi tradisional kayafyof.
“Kami melakukan prosesi Mansorandak ini agar Bapak Wakil Presiden menjadi bagian dari kami di Raja Ampat,” ujar sang Tetua Adat dalam untaian doanya.
“Kami memohon perlindungan Tuhan agar Bapak tiba dengan harapan baru dan kembali dalam keadaan selamat.”
Penyambutan ini tidak sekadar seremoni, melainkan simbol integrasi antara otoritas negara dengan struktur kearifan lokal yang masih terjaga kuat di bumi Papua.
Modernisasi Sektor Perikanan di Sorong
Sebelum bertolak ke Raja Ampat, Wapres Gibran terlebih dahulu meninjau aktivitas ekonomi di Pasar Ikan DKP Klademak, Sorong.

(Wapres Gibran saat kunjungi Pelabuhan dan Pasar Ikan Klademak Sorong (Foto: BPMI Sekretariat Wakil Presiden))
Di lokasi ini, Wapres berdialog langsung dengan ratusan nelayan dan pedagang guna menyerap aspirasi terkait kendala infrastruktur perdagangan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solosa, menekankan urgensi modernisasi fasilitas pasar agar memenuhi standar higienis internasional.
“Kami berharap pasar ini bertransformasi menjadi area yang kering dan bersih demi menjaga kualitas hasil laut,” kata Absalom. Ia juga menyoroti kebutuhan meja jualan yang layak bagi "Mama Papua" agar tidak lagi berjualan di bawah terik matahari.
Selain perbaikan pasar, pemerintah daerah mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:
• Perluasan Dermaga: Penambahan panjang dermaga sekitar 50 meter untuk mengurangi antrean bongkar muat kapal.
• Teknologi Pendingin: Pembangunan cold storage berkapasitas hingga 150 ton.
• Dukungan Armada: Pengadaan perahu feeder dan mesin bagi nelayan tradisional.
Potensi Ekspor dan Masa Depan
Data pelabuhan menunjukkan bahwa komoditas perikanan dari Sorong telah menjangkau pasar global, termasuk Singapura, Jepang, hingga Amerika Serikat.
Namun, keterbatasan fasilitas logistik masih menjadi hambatan utama dalam memaksimalkan volume ekspor.
Merespons hal tersebut, Wapres menegaskan bahwa penguatan sektor kelautan merupakan pilar utama penggerak ekonomi daerah sesuai dengan visi pembangunan nasional.
Kunjungan ini memastikan bahwa perlindungan bagi pelaku usaha kecil dan peningkatan infrastruktur pendaratan ikan akan menjadi prioritas dalam rencana kerja mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Wamenpariwisata Ribka Haluk, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu. Kehadiran jajaran menteri ini mempertegas koordinasi lintas sektor dalam mengawal pembangunan otonomi khusus di Papua.
Editor: Redaksi TVRINews
