
Kreativitas Koperasi Kriya Inovasi Mandara dalam Mengubah Limbah Sabut Kelapa
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, IKN
Di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan pesisir Kecamatan Penajam, berdiri sebuah koperasi yang telah berhasil mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk kreatif yang menarik perhatian pasar nasional.
Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM) memanfaatkan limbah yang sebelumnya terbuang sia-sia untuk dijadikan kerajinan tangan yang bernilai jual.
Koperasi ini didirikan pada tahun 2020, pada masa pandemi COVID-19, dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat.
Ide awal berdirinya koperasi muncul saat Rusni Febriyanti, ketua koperasi, diberi kepercayaan untuk mengelola pabrik pengolahan sabut kelapa yang sempat berhenti beroperasi.
Rusni melihat potensi besar dari tumpukan sabut kelapa yang tidak terpakai, dan memutuskan untuk mengolahnya menjadi kerajinan tangan. Dengan modal tekad dan semangat yang tinggi, Rusni memulai usaha ini, meskipun peralatan yang terbatas.
Koperasi KIM berhasil memproduksi berbagai jenis kerajinan tangan, dimulai dengan pot bunga sebagai produk pertama.
Kini, lebih dari 50 jenis kerajinan berbahan dasar sabut kelapa telah tercipta, seperti kerajinan rumah tangga, aksesoris, dan barang dekorasi.
Karya-karya ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga ramah lingkungan karena menggunakan bahan organik yang dapat diperbaharui.
Koperasi KIM kini memiliki lebih dari 300 anggota, sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang diberdayakan melalui keterampilan kerajinan tangan.
Keberhasilan koperasi ini membuka peluang pasar yang lebih luas, bahkan mulai dilirik oleh pemerintah, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan BUMN.
Pada tahun 2023, Koperasi KIM menjadi salah satu dari lima UMKM terbaik di Kabupaten Penajam Paser Utara dan berhasil menarik perhatian Otorita IKN.
Pencapaian ini memberikan kesempatan bagi KIM untuk tampil di kancah internasional. Rusni berharap koperasi ini terus berkembang dan menjadi motor penggerak perekonomian di Kalimantan Timur.
Lebih dari itu, Rusni berharap kisah inspiratif koperasi ini dapat menginspirasi masyarakat lain untuk memanfaatkan limbah menjadi karya yang bermanfaat, membuka peluang ekonomi, dan mendukung kelestarian lingkungan.
Editor: Rina Hapsari
