
Korban Jiwa Bencana Sumatra Tembus 1.199 Orang, BNPB Percepat Pemulihan
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sumatra
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Penanganan lintas sektor terus diperkuat untuk menjamin keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
Dalam laporan terbaru, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 1.199 orang, dengan penambahan satu korban jiwa di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Sementara itu, jumlah korban hilang tetap tercatat 144 orang. BNPB juga mencatat 154.973 jiwa masih berada di pengungsian.
Upaya pemulihan difokuskan pada percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan serta pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman agar kembali layak huni. Langkah tersebut dilakukan oleh tim gabungan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya.
Dalam aspek logistik, BNPB melaporkan bahwa sejak 29 November 2025 hingga 16 Januari 2026, sebanyak 1.754,03 ton bantuan telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Pengiriman dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat charter BNPB, 63 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta 7 kapal laut.
Distribusi harian terbaru mencatat, untuk Provinsi Aceh, bantuan disalurkan melalui 9 sorti udara seberat 7,3 ton dan 4 truk jalur darat seberat 9,4 ton. Di Sumatra Utara, distribusi via darat mencapai 93,33 ton, sementara Sumatra Barat menerima bantuan darat sebesar 0,1 ton.
BNPB juga mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama selesai sebelum Ramadan. Dari total 49.919 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan 27.903 unit huntara.
Saat ini, 5.788 unit dalam proses pembangunan dan 782 unit telah selesai serta siap dihuni. Selain itu, pengajuan hunian tetap tercatat sebanyak 11.706 unit, dengan 648 unit sedang dalam tahap konstruksi.
Skema Dana Tunggu Hunian (DTH) turut dioptimalkan selama masa transisi. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH mencapai 15.346 kepala keluarga, dengan 10.717 rekening penerima siap dan 2.695 kepala keluarga telah menerima bantuan.
Untuk menekan risiko bencana susulan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga 16 Januari 2026, OMC telah dilakukan sebanyak 480 sorti di Aceh, 372 sorti di Sumatra Utara, dan 396 sorti di Sumatra Barat, dengan total bahan semai ratusan ton. Operasi ini bertujuan mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan.
BNPB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan, sehingga kehidupan masyarakat terdampak dapat pulih secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman dan tangguh.
Editor: Redaksi TVRINews
