
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 – Indonesia Overseas Qualifier resmi dibuka di Jakarta dan membawa peluang baru bagi penguatan ekonomi nasional melalui inovasi teknologi dan industri. Ajang ini akan digelar pada 7 Mei 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Kompetisi ini hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan BRICS dalam agenda Revolusi Industri Baru, sekaligus memperluas kerja sama konkret antara China dan Indonesia di sektor teknologi, investasi, dan pengembangan industri bernilai tambah.
Ketua Dewan Pembina INTI Pusat, Teddy Sugianto, menyampaikan ajang ini menjadi momentum penting bagi inovator Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem global.

"Ajang ini merupakan bagian dari inisiatif BRICS dalam mendorong inovasi lintas negara, khususnya pada sektor Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics," sebut Teddy Sugianto, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 27 April 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh International Economic and Technical Cooperation Center, Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, serta dilaksanakan oleh China Datang Overseas Investment Co., Ltd ini menjadi salah satu pintu masuk bagi proyek inovasi Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Melalui ajang ini, proyek-proyek unggulan berpotensi mendapatkan akses ke jaringan industri China–Indonesia, peluang pendanaan, hingga percepatan komersialisasi teknologi. Hal ini dinilai mampu mendorong lahirnya industri baru berbasis inovasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, kompetisi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama pada sektor teknologi masa depan.
Empat Sektor Strategis Penggerak Industri
Kompetisi terbuka bagi universitas, lembaga riset, perusahaan, startup, dan komunitas inovator di seluruh Indonesia dengan fokus pada empat sektor strategis:
- Artificial Intelligence, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri
- Green Industry, yang mendukung ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan
- Low-Altitude Technology, termasuk pengembangan drone dan sistem udara cerdas
- Energy Electronics, yang berperan penting dalam transisi energi dan ketahanan energi nasional
Keempat sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari unsur pemerintah, akademisi, asosiasi industri, dan pakar perguruan tinggi melalui presentasi proyek dan sesi tanya jawab.
Proyek terbaik akan memperoleh sertifikat resmi serta rekomendasi untuk mengikuti BRICS Industrial Innovation Global Final 2026 di Xiamen, China. Selain itu, peserta juga berpeluang mendapatkan dukungan berupa koneksi industri, investasi, dan pendampingan dalam proses komersialisasi teknologi.
Pendaftaran dibuka hingga 5 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Kompetisi ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara Indonesia, China, dan negara BRICS dalam menciptakan industri masa depan yang berdaya saing tinggi.
Editor: Redaksi TVRINews
