
Foto: Ilustrasi TVRINews.com
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Jasa Marga siapkan potongan tarif khusus untuk urai kepadatan kendaraan setelah Lebaran
Otoritas jalan tol Indonesia, Jasa Marga, secara resmi mengumumkan serangkaian langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebagai bagian dari upaya manajemen lalu lintas, perusahaan akan memberlakukan potongan tarif di sembilan ruas tol utama.
Kebijakan insentif ini dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Maret 2026, atau bertepatan dengan H+5 dan H+6 Lebaran. Langkah ini diambil untuk mendorong masyarakat menggeser waktu perjalanan mereka guna menghindari penumpukan kendaraan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret 2026.
Strategi Penguraian Kepadatan
Jasa Marga, menekankan pentingnya sinergi antara penyedia layanan dan pengguna jalan demi kelancaran mobilitas nasional. masyarakat pun dihimbau untuk lebih cermat dalam menentukan jadwal kepulangan.
"Menjelang periode arus balik, kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik lagi dengan menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026," ujar Rivan A. Purwantono Direktur Utama Jasa Marga, dalam keterangan resminya dikanal Jasa Marga Minggu 22 Maret 2026.
Selain pengaturan waktu, pihak berwenang turut mengingatkan aspek keselamatan mendasar. Para pengemudi diminta memastikan kesiapan fisik, kelaikan kendaraan, kecukupan bahan bakar, serta saldo kartu elektronik sebelum memasuki jalur bebas hambatan.
Statistik Mobilitas Lebaran
Data internal Jasa Marga mencatat dinamika pergerakan yang signifikan selama periode mudik (H-10 hingga H-1). Sebanyak 1,81 juta unit kendaraan terpantau meninggalkan kawasan Jabotabek, mencerminkan kenaikan sebesar 25,5% dibandingkan volume lalu lintas pada hari biasa.
Distribusi arus kendaraan tersebut terbagi ke dalam beberapa titik krusial:
• Arah Timur (Trans Jawa & Bandung): Mendominasi dengan total 989.628 kendaraan (54,7%).
• Arah Barat (Merak): Tercatat sebanyak 465.840 kendaraan (25,7%).
• Arah Selatan (Puncak): Mencapai 354.666 kendaraan (19,6%).
Peningkatan paling tajam ditemukan pada jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, yang mengalami lonjakan volume hingga 131,9% di atas kondisi normal.
Sebaliknya, pergerakan menuju arah Merak justru mengalami kontraksi tipis sebesar 4,2%, sementara jalur menuju Puncak terpantau stabil dengan fluktuasi hanya 0,1%.
Melalui penerapan diskon tarif dan imbauan berkala, Jasa Marga berharap dapat mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata, sekaligus memastikan standar keselamatan dan kenyamanan di area istirahat (rest area) tetap terjaga selama masa transisi arus balik ini.
Editor: Redaktur TVRINews
