
Menkes: 1.472 Kasus Kanker Payudara Terdeteksi dari Program CKG
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memaparkan hasil awal dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah diuji coba di sejumlah puskesmas.
Menkes mengatakan dari 20.542 peserta dengan temuan abnormal pada payudara, tercatat 1.472 orang terdiagnosis kanker melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang kini tersedia di fasilitas layanan primer tersebut.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026), Menkes menyayangkan bahwa masih banyak perempuan yang baru memeriksakan diri ketika benjolan telah muncul tahap yang biasanya menandakan kanker sudah berkembang.
“Melalui skrining di puskesmas, dari 20 ribu peserta pilot project ditemukan 1.400 lebih kasus kanker. Kalau ini dibiarkan, risiko meninggal tentu sangat tinggi,” ujar Menkes, Senin (19/1/2026).
Menkes mengungkapkan bahwa deteksi dini menjadi strategi utama menekan angka kematian. Menurutnya, dengan teknologi dan USG yang sudah tersedia di puskesmas, peluang penyelamatan nyawa semakin besar jika pemeriksaan dilakukan sejak dini.
Berdasarkan distribusi usia peserta CKG dengan kecurigaan kanker payudara, kasus tertinggi ditemukan pada kelompok wanita usia produktif:
• 0,2% usia 18–29 tahun
• 33,7% usia 30–39 tahun
• 31,8% usia 40–49 tahun
• 23,3% usia 50–59 tahun
• 11,0% usia 60 tahun ke atas
Menkes menegaskan, kanker payudara masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia.
“Kalau ditemukan pada stadium 1, tingkat kesembuhan mencapai 90 persen. Tapi bila baru diketahui pada stadium 3, peluang wafat juga 90 persen. Jadi kuncinya satu: temukan sedini mungkin dan segera obati,” tegasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
