
Menlu Retno: ASEAN Harus Jadi Kawasan Bebas Senjata Nuklir
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan landasan yang dipegang teguh ASEAN untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai Epicentrum of Growth.
Guna mencapai tujuan tersebut, ASEAN berkomitmen untuk menjadi kawasan yang bebas senjata nuklir.
“Oleh karena itu kita harus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir,” kata Retno saat membuka pertemuan Southeast Asia Nuclear-Weapon-Free Zone (SEANWFZ) di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2023.
Lebih lanjut, Retno mengatakan saat ini risiko penggunaan senjata nuklir lebih tinggi dari yang sebelumnya. Bahkan di beberapa negara, tenaga nuklir menjadi bagian dari doktrin militer termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Menlu Retno Sambut Kedatangan Para Menlu ASEAN di Jakarta
“Kami terus mendengar peringatan tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Kami juga melihat tenaga nuklir tetap menjadi bagian dari doktrin militer beberapa negara, termasuk di wilayah kami,” ucap Retno.
Perlu diketahui, keseriusan Indonesia dalam mewujudkan kawasan bebas nuklir dibuktikan melalui pengesahan UU No. 9 tahun 1997 tentang Pengesahan Treaty On The Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ).
“SEANWFZ telah berkontribusi pada upaya ini dan rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi global. Namun, 25 tahun setelah penandatanganan Protokol Perjanjian SEANWFZ, tidak ada satu pun Negara Senjata Nuklir yang menandatanganinya,” ujar Retno.
SEANWFZ sendiri merupakan sebuah traktat yang bertujuan untuk mewuudkan Kawasan Asia Tenggara yang bebas dari nuklir. Traktat itu ditandatangani pada KTT ASEAN di Bangkok, 15 Desember 1995.
Editor: Redaktur TVRINews
