
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Pemerintah akan menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema work from home (WFH) yang diberlakukan satu hari dalam seminggu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dari konsumsi normal melalui pengurangan mobilitas.
"Terkait dengan kajian bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja dimana akan dibuka fleksibilitas untuk bekerja dari rumah dalam satu hari, dalam lima hari kerja," kata Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, skema WFH tersebut nantinya tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
"Teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda," ujarnya.
Airlangga menyebut saat ini pemerintah masih mematangkan berbagai kebijakan tersebut dan akan menyampaikan secara lebih rinci kepada publik setelah seluruh konsep final disiapkan.
"Ini semuanya kita sedang siapkan lagi,nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail," pungkasnya.
Airlangga menuturkan kebijakan WFH akan diberlakukan pasca Lebaran. Namun ia belum menyebutkan rinci kapan waktu pelaksanaannya.
"Pasca Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews
