
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Suasana pembelajaran yang sehat dinilai menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan, karena mendukung proses belajar, interaksi sosial, serta pembentukan karakter peserta didik sesuai tahap perkembangan mereka.
Namun demikian, pemerintah masih menemukan adanya penggunaan gawai yang berlebihan pada anak yang berdampak negatif terhadap proses belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih optimal bagi peserta didik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) melalui implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta penerapan program Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break (3S).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan kebijakan penundaan akses anak terhadap platform digital yang berisiko merupakan langkah penting agar teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung pendidikan.

Foto: Kemendikdasmen
“Kebijakan penundaan akses anak pada platform digital berisiko merupakan langkah penting untuk memastikan teknologi tetap menjadi alat pendukung pendidikan. Guru memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan ini,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, Kemendikdasmen akan terus memastikan program literasi digital di sekolah tetap berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang didampingi oleh guru.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk menyediakan lebih banyak kegiatan fisik bagi peserta didik agar pembentukan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program 3S dapat berjalan optimal.
“Teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah kemudi. Tugas kita bersama memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital dan kuat secara karakter,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
