
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas perkembangan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Ia menilai kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan 29 November 2025, ketika sejumlah akses darat terputus dan distribusi logistik tersendat.
“Pemerintah, di bawah perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto mengerahkan semua kekuatan untuk memperbaiki. Saya tahu ini listrik semua mati dulu. Internet mati,” ujar Tito saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Posko Pengungsian Balee Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menyebut kerja sama berbagai pihak mulai menunjukkan hasil. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, termasuk penggunaan telepon pintar dan perangkat elektronik lainnya.
Menurutnya, pulihnya akses listrik dan internet menjadi indikator penting karena masyarakat kembali memperoleh informasi secara memadai.
Selain itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang diinisiasi pemerintah turut berdampak pada normalisasi distribusi logistik, gas elpiji, hingga bahan bakar minyak.
Tito memastikan pemerintah akan terus mempercepat pemulihan agar aktivitas warga dapat berjalan sepenuhnya seperti sediakala.
Ia menjelaskan wilayah dataran rendah yang terdampak bencana di Aceh umumnya menghadapi persoalan lumpur yang menghambat aktivitas, serta kerusakan rumah warga.
Pemerintah terus melakukan koordinasi dan rapat untuk mempercepat penanganan, termasuk perbaikan sekolah, rumah ibadah, dan pondok pesantren.
“Saya dari hari pertama puasa sudah di Aceh Tamiang. Satu minggu ini memang sengaja saya ingin menyampaikan pesan. Kehadiran saya langsung bertemu Bapak-Ibu sekalian menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak diam. Kita akan selesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” kata Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat Bireuen. Bantuan itu berupa ratusan paket perlengkapan ibadah, ribuan potong busana muslim, serta ratusan jaket untuk anak-anak dan orang dewasa.
Editor: Redaktur TVRINews
