
Tangkapan Layar Youtube Setpres
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran maupun program di sektor pendidikan.
Menurut Teddy, anggapan bahwa program tersebut membuat sekolah terbengkalai dan kesejahteraan guru terabaikan merupakan narasi yang keliru.
“Ada pihak, sedikit pihak, yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan. Jadi, itu narasi yang keliru,” ujar Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, program MBG justru bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, terutama bagi peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah.
"Dalam hal ini, siswa dari paut, TK, SD, PSMA dan setingkatnya untuk memperoleh pendidikan di sekolah," ujarnya
Teddy menambahkan, anggaran pendidikan telah disepakati bersama antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan sebelumnya, termasuk melalui Badan Anggaran DPR yakni sebesar 20 persen dari APBN atau Rp769,1 triliun.
"Anggaran tersebut telah ditetapkan untuk pelaksanaan program pada 2026 beserta peruntukannya," kata Teddy.
Karena itu, ia memastikan program MBG tidak mengurangi program pendidikan yang telah berjalan pada periode sebelumnya.
“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah," jelas Teddy.
Ia menyebut sejumlah program pendidikan tetap berjalan, di antaranya Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar.
Selain melanjutkan program yang sudah ada, pemerintah juga menambah inisiatif baru berupa sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.
Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan fasilitas pendidikan, tempat tinggal, makanan bergizi, serta jaminan kesehatan. Dalam satu tahun terakhir, jumlah peserta yang terlibat disebut telah mencapai sekitar 16.000 hingga 20.000 siswa.
Teddy menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Termasuk MBG adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
