
Kebakaran lahan di daerah Bukit Teletubies, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman pada Jumat 1/8 ( Foto : Kantor Berita Antara)
Penulis: Fityan
TVRINews - Pasaman
Kawasan perbukitan ilalang di Pasaman kembali terbakar saat musim kemarau panjang. Tim kehutanan belum bisa pastikan penyebab pasti, tapi ancaman kebakaran susulan masih tinggi.
Asap tebal kembali membubung dari kawasan Bukit Teletubies, Nagari Lubuk Layang, Kabupaten Pasaman, pada Jumat siang (1/8), saat kebakaran hebat menghanguskan sekitar 100 hektare lahan ilalang.
Hingga Sabtu (2/8) Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Dishut Sumbar) masih melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan yang hampir tiap musim kemarau jadi langganan api.
“Belum ada indikasi kuat terkait penyebab pasti. Namun dugaan pembukaan lahan tidak ditemukan di lokasi,” ujar Kepala Dishut Sumbar, Ferdinal Asmin, Sabtu (2/8), saat memberikan keterangan di Padang.
Api mulai terdeteksi sekitar pukul 12.00 WIB dan baru dilaporkan ke otoritas tiga jam kemudian. Medan yang terjal dan dipenuhi semak ilalang kering membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan.
“Jenis vegetasi di sana adalah alang-alang, sangat mudah terbakar dan sulit dikendalikan jika sudah menyala,” tambahnya.
Kawasan yang terbakar masuk dalam kategori Areal Penggunaan Lain (APL), bukan hutan lindung atau hutan produksi. Namun Dishut mencatat kawasan itu memiliki luas hingga 1.000 hektare, yang sebagian besar tertutup semak ilalang dan sangat rentan terbakar saat kemarau ekstrem.
Yuhan, Kepala Seksi Perlindungan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KSDAE) Pasaman Raya, juga menegaskan bahwa api merambat dengan cepat karena vegetasi kering dan angin kencang yang menyulitkan pengendalian.
Bukan Kali Pertama
Kebakaran serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada musim kemarau sebelumnya, membuat kawasan Bukit Teletubies seolah jadi titik rawan yang berulang kali luput dari mitigasi permanen.
Kini, meski api berhasil dilokalisir, tim gabungan dari Dishut, BPBD, dan pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
