Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi nelayan melalui pembentukan 30 ribu Koperasi Merah Putih yang akan berdiri di desa-desa, termasuk wilayah pesisir dan kampung nelayan.
Menurut Prabowo, koperasi tersebut akan menyediakan layanan super micro financing guna membantu nelayan memperoleh akses modal dengan bunga ringan. Skema ini diharapkan dapat memutus ketergantungan nelayan terhadap rentenir yang selama ini membebankan bunga tinggi.
“Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Bunganya sangat ringan untuk nelayan,”ujar Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menegaskan, negara harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat. Jika pelaku usaha besar selama ini menikmati akses kredit murah, maka nelayan dan masyarakat kecil juga berhak mendapatkan fasilitas serupa.
“Nelayan kita harus diberdayakan. Banyak yang selama ini belum pernah mendapat kesempatan seperti ini. Sekarang negara hadir memberi harapan,”jelasnya.
Selain pembiayaan, Koperasi Merah Putih juga akan menyalurkan berbagai barang bersubsidi agar dapat diakses langsung oleh masyarakat. Pemerintah ingin memastikan distribusi subsidi lebih tepat sasaran dan meminimalkan potensi kebocoran.
Pendanaan koperasi tersebut bersumber dari Dana Desa yang selama satu dekade terakhir telah dialokasikan pemerintah ke seluruh desa. Ke depan, pemanfaatan Dana Desa akan diarahkan untuk memperkuat Koperasi Merah Putih agar lebih berdampak bagi kesejahteraan rakyat, khususnya nelayan di wilayah terpencil.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap akses permodalan yang adil dan transparan dapat meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Editor: Redaktur TVRINews
