
Penulis: Fityan
TVRINews – Malang, Jawa Timur
Tiga Kampus Baru Segera Beroperasi, Seluruh Biaya Pendidikan Kini Digratiskan
Lembaga pendidikan bergengsi SMA Taruna Nusantara (SMA TN) secara resmi mengumumkan perluasan jangkauan pendidikannya dengan membuka tiga kampus baru pada tahun 2026.
Langkah ini mempertegas peran institusi tersebut dalam mencetak putra-putri terbaik yang kini mendominasi jajaran pemerintahan dan sektor publik Indonesia.

Sejak digagas pada tahun 1988 oleh Mayor Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden RI bersama Presiden Soeharto dan Menhankam LB Moerdani, SMA Taruna Nusantara tetap konsisten pada misi awalnya: memberikan ruang bagi talenta unggul untuk berkembang.
Perluasan Strategis ke Seluruh Nusantara
Setelah sukses mengoperasikan kampus di Magelang, Malang, dan Cimahi, tahun ini SMA TN melebarkan sayap ke tiga titik strategis.
Kampus-kampus baru tersebut berlokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Pagar Alam (Sumatera Selatan), dan Langowan (Sulawesi Utara).
Setiap kampus dibangun di atas lahan seluas 25 hingga 30 hektar dengan fasilitas asrama lengkap.
Hal ini selaras dengan mandat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin hak warga negara dengan potensi kecerdasan istimewa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Transformasi Kebijakan: Akses Gratis dan Sistem Terintegrasi

Mulai tahun 2026, pihak lembaga melakukan terobosan besar dengan menghapuskan seluruh biaya pendidikan. Kebijakan "Tanpa Pungutan Biaya" ini diterapkan untuk memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa berbakat.
Sistem seleksi tetap mengedepankan prinsip merit-based yang ketat, mencakup aspek akademis, ketahanan fisik, hingga kesehatan mental.
Selain itu, sistem penerimaan dilakukan secara terintegrasi, di mana penempatan siswa di enam kampus yang tersedia akan ditentukan sepenuhnya oleh lembaga.
TN Lahirkan Tokoh Nasional
Relevansi SMA Taruna Nusantara dalam kancah nasional semakin terlihat dari profil para alumninya.
Sejumlah nama besar kini menduduki posisi krusial di kabinet dan pemerintahan, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara.
Tak hanya di pemerintahan, lulusan sekolah ini juga memegang kendali di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Simon Aloysius Mantiri dan Wamildan Tsani.
Keberhasilan para alumni ini menjadi bukti nyata dari visi pendidikan yang ditanamkan sejak angkatan pertama di Magelang.
"SMA Taruna Nusantara adalah wadah bagi mereka yang memiliki potensi unggul untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan bakatnya," sebagaimana tercantum dalam visi pendiriannya yang menekankan pada pengembangan potensi kecerdasan istimewa.
Editor: Redaktur TVRINews
