TVRINews – Jakarta
Pemerintah mengejar target renovasi ribuan sekolah demi menjamin hak belajar anak prasejahtera di pelosok negeri.
Tanggal 2 Mei seringkali dirayakan dengan upacara formalitas, namun di balik seremoni tersebut, Hari Pendidikan Nasional tahun ini membawa pesan yang lebih mendalam tentang keberlangsungan impian anak-anak di akar rumput.
Di tengah ambisi besar menyongsong Indonesia Emas 2045, tantangan nyata masih membayangi: bagaimana memastikan bangku sekolah bukan menjadi kemewahan yang hanya bisa dibeli oleh mereka yang mampu.
Pendidikan di Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, gedung-gedung pencakar langit menghiasi kota besar, namun di sisi lain, data pokok pendidikan nasional masih mencatat ratusan ribu anak putus sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Foto: @bakom.ri
Faktor ekonomi tetap menjadi dinding tebal yang memisahkan anak-anak berbakat dari cita-citanya.
"Pendidikan adalah hak dasar, bukan hak istimewa bagi mereka yang mampu. Tanpa pemerataan akses, visi Indonesia Emas hanya akan menjadi diskusi di atas kertas," ungkap seorang pengamat dari Indonesian Education Watch dalam laporan tahunan mereka.
Restorasi Fisik sebagai Fondasi
Menanggapi kesenjangan tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan langkah agresif dalam merevitalisasi infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Presiden Prabowo Berkunjung di SMA Cilacap (Foto: BPMI Setpres)
Program ini dipandang sebagai napas baru bagi "Sekolah Rakyat" modern, di mana fokus utamanya adalah memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses belajar hanya karena lahir di keluarga prasejahtera.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi besar-besaran.
Setelah memperbaiki sekitar 17.000 sekolah pada tahun sebelumnya, pemerintah menaikkan target secara signifikan.
“Tahun 2026, kita akan perbaiki 70.000 sekolah di seluruh Indonesia. Tahun depan, saya akan usahakan keras minimal tambahan 100.000 sekolah. Saya perhitungkan pada akhir 2028, seluruh sekolah di Indonesia sudah selesai diperbaiki,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya yang dikutip BPMI Setpres.
Menurut Kepala Negara, perbaikan fisik bukan sekadar urusan estetika bangunan, melainkan penyediaan fondasi bagi proses belajar yang optimal. Peningkatan kualitas fasilitas ini dianggap sebagai kunci utama kebangkitan suatu bangsa.
Jembatan Menuju Masa Depan

Anak-anak berjalan melintasi Jembatan Cipalebuh, Garut menuju ke sekolah (Foto: @bakom.ri)
Selain ruang kelas, akses menuju sekolah menjadi sorotan utama dalam ulasan kemanusiaan tahun ini.
Potret anak-anak di pelosok negeri yang harus bertaruh nyawa melintasi sungai atau jembatan tali yang rapuh mulai berganti cerita.
Hingga saat ini, sebanyak 218 jembatan baru telah berdiri di berbagai titik strategis. Pembangunan infrastruktur ini secara langsung memangkas beban fisik dan mental anak-anak sekolah di daerah terpencil.
Mereka tidak lagi harus bergantungan pada kabel baja atau menembus derasnya arus sungai hanya untuk mencapai ruang kelas.
"Anak-anak kita adalah kekayaan paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan kondisi yang baik. Jembatan-jembatan ini akan meringankan beban hidup masyarakat," tambah Presiden.
Harapan yang Melampaui Keterbatasan

Seskab Tedy Indra Wijaya Bersama salah satu Murid di sekolah rakyat (Foto: @Sekretariat.kabinet)
Pada akhirnya, Hari Pendidikan Nasional adalah pengingat bahwa kualitas manusia Indonesia tahun 2045 ditentukan oleh apa yang terjadi di ruang-ruang kelas hari ini.
Semangat juang anak-anak di pelosok yang menempuh jarak berkilo-kilometer demi ilmu pengetahuan adalah bahan bakar utama bangsa ini.
Visi besar Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia hanya akan terwujud jika pendidikan hadir tanpa sekat.
Ruang kelas yang layak, guru yang sejahtera, dan aksesibilitas yang aman adalah investasi yang tidak bisa ditawar.
Di atas tanah sekolah rakyat yang kini mulai bersolek, harapan baru sedang ditanam harapan bahwa kemiskinan tidak akan lagi menjadi akhir dari sebuah mimpi.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026










