Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Program Renovasi Rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi contoh nyata gotong royong lintas sektor tanpa menggunakan anggaran negara. Hal itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jl. Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Januari 2026.
Maruarar menegaskan, seluruh proses renovasi rumah dilakukan melalui skema gotong royong, bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Anggaran ini kita gotong royong. Renovasi rumah ini tidak pakai APBN," kata Maruarar, kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Rabu, 28 Januari 2026.
Sebanyak 52 rumah warga direnovasi melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, hingga asosiasi profesi. Total nilai gotong royong untuk renovasi rumah beserta penataan lingkungan tersebut mencapai sekitar Rp5,2 miliar.
"Kalau dirupiahkan dengan lingkungannya, totalnya sekitar Rp5,2 miliar. Itu murni gotong royong," jelasnya.
Maruarar menjelaskan, dana gotong royong tersebut berasal dari kontribusi pribadi sejumlah pihak.
"Lebih pribadi-pribadi saja," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Maruarar juga menekankan pentingnya penggunaan data akurat sebagai dasar intervensi pemerintah. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kelurahan Menteng mencapai sekitar 29 ribu jiwa, dengan sekitar 26 ribu di antaranya masuk kategori kurang mampu, sementara sekitar 3 ribu tergolong sangat mampu.
"Dari data itu terlihat kesenjangan yang tinggi. Karena itu kita mulai bekerja dari data," ucapnya.
Renovasi rumah dilakukan melalui sinergi antara Kementerian PKP dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga tingkat kota, kecamatan, dan RW. Pemerintah daerah turut mendukung melalui perbaikan jalan, saluran air, trotoar, balai warga, serta penataan lingkungan yang bersumber dari APBD Jakarta.
Wali Kota Jakarta Pusat menyebutkan, perbaikan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan tertata.
Selain renovasi rumah, program ini juga menyasar penguatan ekonomi warga. Dari 52 rumah yang direnovasi, sekitar 23 di antaranya dihuni pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor kuliner, seperti nasi uduk, gorengan, nasi goreng, dimsum, seblak, minuman, hingga aneka lalapan.
Penguatan UMKM dilakukan melalui kolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Sarana Multigriya Finansial (SMF), yang fokus pada pelatihan, pendampingan, dan permodalan, khususnya bagi perempuan pelaku usaha.
Dukungan juga datang dari komunitas ladies banker dari berbagai bank, serta Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memberikan desain renovasi rumah secara gratis.
"Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPS, PNM, SMF, perbankan, dan arsitek bersatu. Inilah kekuatan bangsa kita, gotong royong yang lahir dari hati dan dijalankan secara profesional," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
