
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam penanganan gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Ia meminta seluruh jajaran di daerah untuk terus mempercepat proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban terdampak bencana.
“Keselamatan manusia adalah yang paling utama. Oleh karena itu, di awal-awal ini harus terus dilakukan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban secepat-cepatnya, serta memastikan mereka memperoleh pelayanan sebaik-baiknya,” ujar Pratikno dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam merespons situasi darurat, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi resmi dari BMKG.
Menurutnya, setiap detik sangat berharga dalam upaya penyelamatan korban, sehingga seluruh pihak diminta untuk tidak mengabaikan informasi yang disampaikan oleh otoritas terkait.
Pratikno juga mengingatkan pentingnya pendataan yang cepat dan akurat di lapangan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan darurat, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Kecepatan pendataan itu sangat penting agar menjadi basis untuk kecepatan penyelamatan,” kata Pratikno.
Dalam proses tanggap darurat, pemerintah daerah diminta merujuk pada prosedur yang telah ditetapkan oleh BNPB, termasuk dalam penggunaan dana siap pakai untuk penanganan bencana.
Ia juga menegaskan bahwa penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah menjadi landasan hukum penting agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan secara maksimal.
Sebelumnya, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa tersebut.
Gempa bermagnitudo 7,6 terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer. Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Meski peringatan tsunami telah dicabut, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi gempa susulan serta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Editor: Redaksi TVRINews
