
Basarnas Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran, Lanjutkan Pemantauan
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan muda, Yogi Mustofa (20), yang hilang di perairan Pantai Batu Bodas, Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat. Penghentian ini dilakukan setelah pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
“Sesuai prosedur operasi standar (SOP) Basarnas, masa pencarian maksimal dilakukan selama tujuh hari. Selanjutnya, statusnya akan dipantau secara pasif,”kata Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 6 Juli 2025.
Yogi sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut bersama rekannya, Yadi Atma (54), pada Sabtu, 28 Juni 20205 dalam kegiatan mencari lobster. Yadi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Kamis, 3 Juli 2025, namun pencarian terhadap Yogi belum membuahkan hasil hingga hari ketujuh.
Tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan korban, termasuk penyisiran laut sejauh 5 kilometer ke arah barat dari lokasi terakhir terlihat, serta melakukan penyelaman di area sekitar. Namun, pencarian tersebut menghadapi kendala medan yang sulit dan berbahaya bagi para penyelam.
“Medan di lokasi cukup berisiko dan menyulitkan tim dalam upaya pencarian,” ujar Edwin.
Proses pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Basarnas Pos Pangandaran, Satpolairud Polres Pangandaran, Pos TNI AL, Pangandaran Dive Club, SAR Barakuda, SAR MTA, Budha Laut Spearfishing, Sigab Persis, Tagana, serta relawan lainnya.
Setelah upaya pencarian tidak membuahkan hasil, tim SAR melakukan mediasi dengan keluarga korban. Hasilnya, disepakati bahwa operasi resmi dihentikan dan akan dilanjutkan dengan pemantauan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan semua unsur terkait. Operasi resmi kami tutup, namun pantauan tetap dilakukan jika ada tanda-tanda kemunculan korban,” pungkas Edwin.
Editor: Redaktur TVRINews
