
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Kulon Progo
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menginstruksikan langkah percepatan guna memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo tuntas sesuai jadwal pada Juni 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada penguatan koordinasi di lapangan, termasuk penambahan tenaga kerja dan optimalisasi alat berat.
“Saya melihat semangat dan kerja keras di lapangan sangat baik. Masih ada tantangan yang harus dikejar, tetapi dengan tambahan pekerja, pemanfaatan alat berat secara maksimal, serta profesionalitas Kementerian PU dan seluruh pihak yang terlibat, saya optimistis target penyelesaian pada Juni 2026 dapat dicapai,” ujar Menko AHY usai meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 24 April 2026.

Hingga saat ini, progres fisik pembangunan kawasan pendidikan terpadu ini telah mencapai sekitar 38 persen. Menko AHY menyebut terdapat deviasi sekitar 3 hingga 5 persen dari rencana awal, sehingga dibutuhkan langkah akselerasi yang cepat dan efektif agar target penyelesaian tetap terjaga.
Salah satu solusinya adalah dengan mengerahkan sekitar 840 pekerja di lapangan, di mana jumlah tersebut akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan percepatan pekerjaan konstruksi.
“Kita perlu dorong lebih cepat. Solusinya menambah pekerja dan memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan efektif. Dengan begitu, progres pembangunan bisa terus meningkat,” jelas Menko AHY.
Selain penguatan tenaga kerja, Menko AHY juga menekankan pentingnya penggunaan alat berat yang maksimal serta profesionalitas jajaran Kementerian PU dan kontraktor dalam menjaga kualitas bangunan. Ia mengingatkan bahwa aspek mutu dan keselamatan kerja tidak boleh dikesampingkan di tengah upaya pengejaran target waktu.
“Yang penting bukan hanya cepat selesai, melainkan juga hasilnya baik, aman, dan berkualitas. Karena itu saya melihat Kementerian PU dan seluruh pihak bekerja serius serta profesional,” tegas Menko AHY.
Percepatan proyek senilai Rp214 miliar ini juga disebut membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan pekerja di lokasi proyek terbukti menggerakkan sektor usaha mikro, mulai dari warung makan hingga penginapan dan jasa logistik lokal.
“Semakin banyak pekerja yang terlibat, semakin besar pula perputaran ekonomi di sekitar lokasi. UMKM, warung makan, penginapan, dan usaha masyarakat lainnya ikut tumbuh. Jadi pembangunan ini memberi manfaat ganda,” tambah Menko AHY.
Sekolah Rakyat Kulon Progo merupakan proyek strategis nasional di DIY yang berdiri di atas lahan 7,1 hektare. Kawasan ini nantinya akan menampung 1.080 peserta didik dari keluarga prasejahtera, di mana seluruh biaya pendidikan, konsumsi, hingga fasilitas asrama akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Editor: Redaksi TVRINews
