
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memastikan anak-anak yang rentan tetap mendapatkan akses pendidikan.
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) menjangkau 77 anak terlantar dan putus sekolah di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memastikan anak-anak yang rentan tetap mendapatkan akses pendidikan.
"Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul, Rabu, 22 April 2026.
Gus Ipul menjelaskan, para calon siswa tersebut diperoleh melalui penyisiran langsung di lapangan, kemudian datanya dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dari total 77 anak, sebanyak 29 di antaranya ditemukan saat berada di jalan, seperti mengamen maupun membantu orang tuanya bekerja.
"Dari 77 tadi yang kita undang, 29 diantaranya kita temukan di jalan, mereka sedang mengamen, mereka sedang membantu orang tuanya bekerja, dan sebagian lagi ada yang melakukan kegiatan-kegiatan yang katakanlah bagian dari bekerja, baik itu membantu orang tuanya maupun untuk kepentingan dirinya sendiri," ujarnya.
"Mereka-mereka inilah kemudian kita ajak dialog, kemudian kita datangi rumahnya dan temuin orangnya, kita lihat, memenuhi kriteria, langsung kita lakukan pemutakhiran di DTSEN untuk bisa dilakukan verifikasi dan validasi," lanjutnya.
Puluhan anak tersebut nantinya akan mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat yang memanfaatkan fasilitas milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta Pusat.
Editor: Redaksi TVRINews
