
Foto: Ilustrasi - Para penumpang berada di dalam kereta rel listrik (KRL).
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter mengeluarkan kebijakan khusus yang memperbolehkan penumpang untuk berbuka puasa di dalam perjalanan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line saat waktu berbuka puasa tiba.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penumpang diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan mengonsumsi makanan dan minuman ringan selama di dalam kereta.
"Kami mengimbau pengguna untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara wajar, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," kata Karina, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
KAI Commuter juga akan memberikan informasi mengenai waktu berbuka, baik di dalam kereta maupun di area stasiun. Selain itu, perusahaan menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis bagi seluruh pengguna, yang dapat diakses dengan menggunakan botol minum (tumbler) pribadi.
Karina menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, layanan KRL di wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta tetap berjalan normal.
"KAI Commuter mengoperasikan 1.065 perjalanan setiap hari untuk Commuter Line Jabodetabek, dimulai pukul 04.00 – 24.00 WIB," ujarnya.
Layanan Commuter Line Basoetta berjumlah 70 perjalanan setiap hari, dan 14 perjalanan untuk Commuter Line Merak. Sementara itu, untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur, sebanyak 27 perjalanan, serta 10 perjalanan Commuter Line Prameks setiap harinya.
Karina juga mengingatkan para pengguna untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk sampah bekas kemasan makanan dan minuman, setelah berbuka puasa di dalam kereta.
Untuk informasi lebih lanjut, pengguna dapat mengikuti pengumuman melalui media sosial resmi KAI Commuter.
Editor: Redaktur TVRINews
