
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (TVRINews/HO-Sekretariat Wakil Presiden)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk meninjau langsung proyek pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera pada Jumat, 23 Mei 2025.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Proyek ini digagas oleh Kementerian Sosial dan dikerjakan bersama dengan Pemerintah Daerah Indramayu, Baznas, PT Unitras Pertama, serta BNPB.
Di atas lahan seluas 1,6 hektare, sebanyak 93 kepala keluarga nelayan yang terdampak bencana rob akan direlokasi ke hunian baru yang lebih layak. Setiap rumah tipe 36/60 yang dibangun dilengkapi dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.
“Saya lihat tadi hanya tinggal finishing, sedikit dicat, sedikit dibenahi. Dan sudah ada public space-nya juga, bahkan masjid yang dibangun Baznas. Insya Allah akhir Juni nanti bisa mulai ditempati,” ujar Wapres Gibran dalam keterangan yang diterima tvrinews.com di Jakarta pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Tinjau Layanan Fast Track di Adi Soemarmo, Wapres Gibran Lepas Keberangkatan Jemaah Haji
Sebelum meninjau lokasi proyek, Wapres juga sempat mengunjungi pasar tradisional dan memantau dua program sosial, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut seluruh inisiatif ini sebagai bagian dari pendekatan holistik pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Tadi pagi saya minta Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan Pak Wakil Gubernur untuk segera merevitalisasi pasar tradisional yang saya kunjungi. Semuanya harus ditata agar lebih baik,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wapres juga berpesan kepada para penerima manfaat agar merawat rumah yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
“Tempat ini sudah dibangun dengan kerja keras banyak pihak. Jadi tolong dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Gibran menekankan bahwa proyek Kampung Nelayan Sejahtera ini merupakan proyek percontohan yang diharapkan bisa direplikasi di daerah-daerah lain yang juga menghadapi masalah serupa, seperti dampak bencana rob dan kondisi permukiman yang tidak layak.
“Saya sudah laporkan proyek ini ke Bapak Presiden. Harapannya nanti beliau bisa hadir langsung untuk meresmikannya,” ujar Wapres.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga bertujuan memberdayakan ekonomi keluarga nelayan.
Menurutnya, para nelayan tetap akan melaut, sementara istri mereka diberi pelatihan untuk berwirausaha dari rumah.
“Sudah ada pelatihan sebelumnya. Ibu-ibu bisa bikin bakso, batik, atau sandal hotel, lalu dijual di kawasan hunian. Kami ingin ekonomi keluarga ini tetap bergerak,” jelasnya.
Wamen Agus juga menyatakan bahwa kolaborasi serupa akan terus didorong untuk diterapkan di wilayah-wilayah lain yang menghadapi ancaman rob maupun kemiskinan ekstrem di pesisir.
Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran telah menyerahkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa 100 unit alat penangkap ikan, yaitu jaring insang PA monofilamen ukuran 2 inci, sebagai dukungan tambahan kepada para nelayan penerima manfaat.
Editor: Redaktur TVRINews
