Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Transformasi Nasional 2025: Dari Swasembada Pangan hingga Reformasi Integritas Kabinet Merah Putih
Sepanjang tahun 2025, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Kabinet Merah Putih secara progresif telah meletakkan fondasi transformasi nasional.
Langkah ini diambil sebagai strategi awal untuk mengarahkan Indonesia menuju negara yang lebih mandiri, maju, dan berkeadilan melalui penguatan sektor pangan, ekonomi, serta penegakan hukum yang tegas.
Berdasarkan laporan kinerja tahunan Badan Komunikasi Pemerintah RI, pemerintahan saat ini memprioritaskan kedaulatan sumber daya sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Salah satu pencapaian yang menonjol adalah keberhasilan Indonesia mencetak rekor produksi beras nasional yang menembus angka 37,7 juta ton, sebuah pencapaian tertinggi dalam sejarah pertanian tanah air.
"Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya 6 Januari 2026.

Stabilitas Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Di sektor makro, Indonesia menunjukkan resiliensi yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pertumbuhan ekonomi stabil di angka 5,04%, yang tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20.
Keberhasilan ini dibarengi dengan kemampuan menekan inflasi hingga 2,65%, menjadikannya yang terendah di kelompok negara ekonomi besar tersebut.
Disiplin fiskal juga menjadi sorotan dengan defisit APBN yang terkendali pada level 1,56% dari PDB.
Guna memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah pun telah menggulirkan stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun serta menjaga cadangan beras BULOG tetap kuat di angka 4,2 juta ton.
Reformasi Integritas dan Perlindungan Aset Negara
Sisi lain dari transformasi ini adalah penegakan hukum dan reformasi birokrasi yang tanpa kompromi.
Pemerintah melalui Operasi Halilintar berhasil menyelamatkan aset negara lebih dari Rp100 triliun dari praktik tambang ilegal dan penyelundupan.
Selain itu, pengembalian uang pengganti sebesar Rp13 triliun dari kasus CPO menjadi bukti komitmen terhadap transparansi.
Di tingkat kelembagaan, Presiden menginstruksikan larangan pemberian tantiem bagi Komisaris BUMN sebagai bagian dari reformasi integritas.
Di lapangan, tindakan tegas diambil dengan menertibkan tambang timah ilegal di Bangka Belitung serta menyita 4 juta hektar lahan sawit dan tambang ilegal untuk dikembalikan kepada negara.

Foto: Instagram Sekretariat Kabinet
Investasi SDM dan Diplomasi Internasional
Untuk masa depan, pemerintah fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Program magang bergaji sesuai UMK telah dimulai untuk 100.000 lulusan, serta distribusi teknologi pendidikan berupa Integrated Flat Panel 75 inci ke lebih dari 288.000 sekolah.
Di kancah internasional, Indonesia semakin aktif menyuarakan keadilan dunia. Presiden Prabowo secara konsisten memberikan dukungan bagi kemanusiaan dan perdamaian Palestina, termasuk pengiriman bantuan 10.000 ton beras.
Di bidang perdagangan, penyelesaian kerja sama CEPA dengan Peru, Uni Eropa, dan Kanada, serta FTA dengan Eurasia, memperluas akses pasar produk lokal ke pasar global.

Foto: Instagram Sekretariat Kabinet
"Kita hadapi masa depan dengan penuh semangat dan optimisme. Negara kita akan semakin kuat," tegas Presiden Prabowo menutup rangkuman capaian tahunan tersebut.
Dengan integrasi kebijakan antara penguatan domestik dan diplomasi luar negeri, tahun 2025 dipandang sebagai titik balik penting dalam sejarah pembangunan Indonesia yang lebih mandiri dan berdaulat.
Editor: Redaktur TVRINews
