
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (Foto: Tangkapan Layar YouTube TVR Parlemen)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan sejumlah rencana kerja untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera.
Untuk mengakselerasi pemulihan pembelajaran, Kemendikdasmen menyusun sejumlah agenda kerja selama dua pekan terakhir Februari.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pertama, kementerian akan melanjutkan rapat koordinasi percepatan rekonstruksi pascabencana bersama dinas pendidikan se-Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026.
"Yang kedua, lanjutan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi sekolah terdampak wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Provinsi Sumatera Barat sebesar 1.204 sekolah," sambungnya.
Ketiga, lanjut Mu'ti, Kemendikdasmen akan proses verifikasi dan pembukaan rekening bagi 13 ribu guru untuk penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) dengan total anggaran Rp83,3 miliar.
Kemudian, Mu'ti mengatakan bahwa agenda ketiga yakni kementerian akan melakukan koordinasi percepatan pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp2,4 triliun guna mendukung rekonstruksi fasilitas pendidikan.
"Koordinasi percepatan pengurusan anggaran biaya tambahan, ini yang kami suruhkan Pak Pimpinan, sebesar Rp2,4 triliun," ujarnya.
Kelima, pemerintah kembali menyalurkan bantuan berupa peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), perlengkapan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan, serta alat permainan edukatif dengan total nilai Rp60 miliar.
"Dan pendampingan praktik baik dan model pembelajaran darurat bagi sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Mu’ti menyampaikan bahwa secara umum kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali berjalan 100 persen, meski belum sepenuhnya dalam kondisi normal.
“Kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat, dan sebagian menumpang di sekolah lain,” ujar Mu’ti.
Berdasarkan data Kementerian, sekolah yang telah kembali melaksanakan pembelajaran di lokasi asal masing-masing tercatat sebanyak 3.001 sekolah di Aceh, 626 sekolah di Sumatera Barat, dan 1.104 sekolah di Sumatera Utara.
Lebih lanjut, Mu’ti menegaskan berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memastikan proses belajar mengajar di wilayah terdampak dapat kembali berlangsung secara optimal dalam waktu dekat.
Editor: Redaktur TVRINews
