
dok. Kemenag
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jawa Tengah
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah ibadah senilai Rp50 juta kepada GPIB Immanuel Semarang atau Gereja Blenduk, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama serta merawat rumah ibadah sebagai ruang perjumpaan spiritual dan sosial masyarakat.
Menag menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ia menyebut rumah ibadah sebagai titik pertemuan antara umat dan Tuhan, sekaligus ruang pembinaan nilai kemanusiaan.
“Kami memastikan rumah ibadah dari seluruh agama dirawat dengan baik, karena rumah ibadah adalah titik perjumpaan umat dengan Tuhan,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab yang sama terhadap seluruh pemeluk agama, tanpa membedakan mayoritas maupun minoritas. Menurutnya, pelayanan negara dalam urusan keagamaan harus bersifat adil dan inklusif.
Menag juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada perbedaan istilah dan simbol keagamaan. Perbedaan penyebutan dalam tradisi agama, kata dia, tidak serta-merta mencerminkan perbedaan makna dan nilai.
“Esensi moderasi beragama bukan menyamakan keyakinan, melainkan membangun sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai,”lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Semarang, Pendeta Maxsarles Kapoh, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah lintas agama. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya bernilai fisik, tetapi juga simbol penguatan persaudaraan dan dialog lintas iman.
“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Agama. GPIB Immanuel juga menjalin kerja sama dengan UIN Walisongo dalam penguatan moderasi beragama di tingkat lokal,”ungkap Maxsarles.
GPIB Immanuel Semarang atau Gereja Blenduk merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1742. Bangunan gereja telah mengalami beberapa kali renovasi dan terakhir direhabilitasi secara menyeluruh pada 2025. Saat ini, Gereja Blenduk melayani sekitar 250 jemaat dan diharapkan terus berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus pusat perjumpaan lintas iman yang memperkuat semangat moderasi beragama di tengah masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
