
Foto: Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, jika pelanggaran lalu lintas (lalin) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan menjadi sasaran utama dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026. Operasi kewilayahan ini dilaksanakan selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah Jakarta.
Dimana, salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian khusus adalah tindakan melawan arus yang masih kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan.
“Fenomena melawan arus ini menjadi sasaran utama kami, terutama di lokasi-lokasi yang sering terjadi pelanggaran. Ini sangat membahayakan, tidak hanya bagi pelanggar, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujar Komarudin kepada awak media termasuk tvrinews.com pada Senin, 2 Februari 2026.
Selain pelanggaran melawan arus, operasi ini juga menyasar pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, serta pemakaian Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang tidak sesuai peruntukannya, termasuk TNKB palsu maupun TNKB instansi kementerian atau lembaga.
Komarudin menegaskan, meski terdapat sejumlah sasaran penindakan, prioritas utama tetap diarahkan pada pelanggaran yang berdampak langsung terhadap keselamatan lalu lintas.
“Yang menjadi prioritas utama kami adalah pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya,” katanya.
Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2026, ia mengatakan ada sebanyak 2.939 personil gabungan yang terdiri dari TNI, kemudian juga dinas terkait lainnya akan diterjunkan.
Nantinya, lanjutnya personel tersebut akan disebar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Operasi Keselamatan Jaya 2026 ini melibatkan 2.939 personel gabungan dari Polri, TNI, dan dinas terkait lainnya yang akan bertugas di seluruh wilayah Jakarta,” kata Kombes Pol. Komarudin
Menurutnya, Operasi Keselamatan Jaya merupakan operasi cipta kondisi menjelang Ramadan yang nantinya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya pada akhir bulan suci Ramadan.
“Operasi Keselamatan Jaya ini merupakan operasi cipta kondisi menjelang Ramadan, yang kemudian akan disambung dengan Operasi Ketupat Jaya di penghujung bulan Ramadan,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
