
Pemimpin Redaksi Siaran Piala Dunia TVRI Usman Kansong
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pemimpin Redaksi Siaran Piala Dunia TVRI Usman Kansong meluruskan isu terkait rencana penayangan 10 menit pertama pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di platform digital seperti YouTube.
Menurut Usman, berdasarkan hasil workshop bersama FIFA di Singapura, penayangan 10 menit pertama pertandingan hanya boleh dilakukan melalui akun resmi pemegang hak siar di masing-masing negara.
“Artinya, kalau di Indonesia, hanya bisa ditayangkan di akun resmi TVRI, bukan di akun lain,” ujar Usman dalam konferensi pers di Media Centre TVRI, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menegaskan kebijakan tersebut bersifat opsional bagi pemegang hak siar. TVRI akan mempertimbangkan apakah strategi itu memberikan dampak positif, seperti meningkatkan jumlah penonton dan potensi iklan, atau justru sebaliknya.
“Kalau berdampak positif, bisa kita manfaatkan. Tapi kalau tidak, itu menjadi keputusan TVRI sebagai pemegang hak siar,” kata Usman.
Selain itu, Usman juga mengingatkan masyarakat dan kreator konten untuk berhati-hati dalam membuat konten terkait pemain. Pasalnya, banyak pemain yang telah memiliki kontrak eksklusif dengan sponsor tertentu.
Penggunaan atribut seperti jersei, logo, atau identitas visual pemain dalam konten berpotensi menimbulkan masalah hukum, bukan dengan FIFA, melainkan dengan pemegang lisensi komersial pemain tersebut.
“Kalau hanya ekspresi atau konten kreatif tanpa unsur komersial, itu relatif aman. Tapi kalau sudah menyangkut brand, logo, atau monetisasi, bisa berisiko,” ucap Usman.
Ia juga menyoroti maraknya akses ilegal melalui jalur internet yang kerap menawarkan siaran gratis.
Usman mengingatkan selain melanggar hukum, akses ilegal juga berpotensi membahayakan pengguna, seperti merusak perangkat atau menyisipkan konten berbahaya.
Sehingga, dirinya mengimbau masyarakat untuk mengakses siaran resmi melalui TVRI agar kualitas tayangan terjamin sekaligus mendukung penyelenggaraan siaran yang legal.
“Kalau ragu, pastikan aksesnya dari TVRI. Jangan menggunakan jalur ilegal yang bisa merugikan kita semua,” tutur Usman.
Dengan berbagai penjelasan ini, TVRI berharap masyarakat dapat memahami batasan dan aturan terkait siaran Piala Dunia 2026, sekaligus ikut menjaga ekosistem penyiaran yang sehat dan legal.
Editor: Redaksi TVRINews
