
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di sidang Paripurna Istana, Senin 15 Desember 2025 (Foto: Youtube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Gerak Cepat 323 Dapur Umum Bantu Pengungsi Tiga Provinsi Terdampak Banjir
Ratusan dapur umum yang semula difokuskan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dialihkan fungsinya untuk menyediakan bantuan makanan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana banjir di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah cepat ini diambil sebagai respons tanggap darurat oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi konversi fungsi ini dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Dadan, total 323 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program MBG telah beroperasi sebagai penyedia makanan bergizi untuk para pengungsi di wilayah yang terdampak parah.

(Foto : BGN Salurkan MBG kekorban Bencana Sumatra, 13 Desember 2025 (Foto: Humas BGN))
"Terkait dengan tanggap bencana, alhamdulillah di Provinsi Aceh ada 109 SPPG, di Provinsi Sumut ada 148 SPPG, di Provinsi Sumbar ada 66 SPPG. Total 323 SPPG yang dikonversi karena terdampak bencana," ujar Dadan Hindayana, pada paparannya dihadapan Presiden Prabowo pada siding Kabinet Paripurna senin 15 Desember 2025.
Laporan BGN merinci bahwa dari 323 SPPG yang dialihkan, sebaran terbesar berada di Sumatera Utara dengan 148 titik layanan. Sementara itu, Aceh mengoperasikan 109 SPPG, dan Sumatera Barat sebanyak 66 SPPG untuk kebutuhan tanggap bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menegaskan komitmen BGN untuk memastikan kelancaran operasional dapur-dapur darurat tersebut. Ia memastikan ketersediaan dana akan terjaga selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.
"Kita pastikan seluruh virtual account di daerah bencana, kita pastikan selalu tersedia uangnya untuk bisa melayani masyarakat," tambahnya, menjamin dukungan finansial yang berkelanjutan.
Secara nasional, BGN turut melaporkan perkembangan signifikan dari program MBG. Sebanyak 17.555 SPPG telah didirikan di 38 provinsi di seluruh Indonesia, melayani lebih dari 50,39 juta pelajar. Program ini juga tercatat membuka lapangan kerja langsung bagi 741.985 individu serta melibatkan 41.389 pemasok.
Terkait dengan aspek pembiayaan, serapan anggaran Program MBG per hari ini telah mencapai Rp58 triliun, yang merepresentasikan 81 persen dari total pagu anggaran. Dadan memperkirakan bahwa pada akhir Desember, jumlah SPPG yang terbentuk akan mencapai 19.000 titik.
"Program MBG diperkirakan pada akhir Desember akan membentuk 19.000 SPPG dan itu menyangkut 70 persen penerima manfaat. Insyaallah akan menggunakan seluruh anggaran yang ada yang sudah diberikan kepada BGN," tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews
