
Paus Fransiskus Wafat, Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam di Hatinya
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di balik kepergiannya, tersimpan kisah haru tentang hubungan hangat antara Paus dan bangsa Indonesia.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tempat istimewa di hati Paus Fransiskus. Hal ini terlihat jelas dari kesan mendalam yang beliau sampaikan usai kunjungan apostolik ke Indonesia pada 3–6 September 2024 lalu.
“Waktu saya bertemu kembali pada bulan Oktober, beliau mengatakan sangat bahagia bisa berada di Indonesia,” kata Mgr. Antonius dalam konferensi pers, di KWI, Jakarta Pusat.
Menurutnya, Paus Fransiskus secara khusus menyampaikan kesan positifnya tentang kehidupan beragama di Indonesia dalam sebuah audiensi umum di Roma.
“Dalam negara dengan mayoritas umat Muslim, beliau merasa terharu melihat bagaimana umat Katolik bisa beribadat dengan tenang dan damai,” ucapnya.
Kunjungan Paus ke Indonesia memang menjadi momen bersejarah. Selain bertemu dengan umat Katolik di berbagai daerah, beliau juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Istiqlal dan bertemu dengan Imam Besar, Nasaruddin Umar. Momen kebersamaan dua pemimpin agama itu menyentuh banyak orang dan menjadi simbol persaudaraan sejati antarumat beragama.
“Bangsa Indonesia sungguh luar biasa, penuh toleransi dan kedamaian,” kata Paus dalam pernyataannya kala itu.
Sebagai informasi, Paus Fransiskus wafat dalam usia 87 tahun setelah menjalani perawatan karena sakit pneumonia. Selama 12 tahun masa kepemimpinannya sebagai pemimpin Gereja Katolik, ia dikenal sebagai figur yang rendah hati, penuh kasih, dan dekat dengan kaum miskin dan terpinggirkan.
Baca Juga: Paus Minta Dimakamkan diluar Vatikan, Gunakan Peti Kayu Berlapis Seng
Editor: Redaktur TVRINews
