
dok. Kemendikbud
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Pacitan
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Rumah Markas Gerilya Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) di kawasan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur.
Situs bersejarah ini merupakan lokasi krusial yang pernah menjadi pusat komando Jenderal Sudirman selama masa Agresi Militer Belanda II.
Rumah tersebut digunakan oleh sang Panglima Besar sebagai markas gerilya pada kurun waktu 1 April hingga 7 Juli 1949, sebelum akhirnya beliau bertolak kembali ke Yogyakarta.
Simbol Perlawanan Terhadap Belanda
Dalam kunjungannya, Fadli Zon menegaskan bahwa rumah ini adalah saksi bisu fase akhir perjuangan gerilya Indonesia.
Saat itu, Belanda telah melanggar perjanjian gencatan senjata dan mengklaim secara sepihak bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada. Namun, perlawanan fisik yang dipimpin Jenderal Sudirman membuktikan sebaliknya di mata dunia.
"Belanda telah melanggar perjanjian gencatan senjata dan kemudian Jenderal Sudirman memimpin gerilya dan berpindah-pindah," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima TVRINews, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurut Menbud, keberadaan markas gerilya ini menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Perlawanan yang konsisten di Pulau Jawa, kata Menbud, bersinergi dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera, memberikan sinyal kuat kepada dunia bahwa kedaulatan Indonesia tetap tegak.
“Karena perlawanan fisik yang ada di Sumatera dan di Jawa, termasuk dipimpin oleh Jenderal Sudirman, itu memberikan sinyal kepada delegasi kita bahwa Indonesia masih ada dan masih terus melawan kolonialisme Belanda,” tambahnya.
Fasilitas Edukasi dan Pelestarian Sejarah
Selain meninjau rumah markas, Fadli Zon juga mengunjungi kawasan Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman. Di kompleks tersebut, pengunjung dapat melihat monumen utama, diorama perjuangan, serta ruang-ruang edukasi yang memaparkan strategi perang gerilya dalam mempertahankan kemerdekaan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam merawat dan menghidupkan kembali situs-situs bersejarah. Pemerintah berharap Rumah Markas Gerilya Nawangan tidak hanya menjadi penanda masa lalu, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda.
Melalui penguatan narasi sejarah, diharapkan nilai-nilai keteguhan dan semangat pantang menyerah yang diwariskan Jenderal Sudirman dapat terus mengakar sebagai penguat karakter bangsa di masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
