
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat implementasi budaya sekolah aman dan nyaman melalui sosialisasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Kegiatan ini digelar dalam bentuk webinar yang menghadirkan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta unsur pemerintah daerah terkait.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
“Regulasi ini menuntut pembagian peran dan tanggung jawab antara warga sekolah, pemerintah daerah, kementerian, orang tua, masyarakat, dan media. Kita bangun ekosistem kolaboratif yang saling menguatkan,” ujar Suharti dalam keterangannya, Kamis, 5 Maret 2026.
Permendikdasmen menekankan dua mekanisme penanganan pelanggaran, yaitu melalui satuan pendidikan dan melalui Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk pemerintah daerah. Semua proses harus dijalankan secara adil, berfokus pada kepentingan anak, serta mengutamakan pembinaan dan edukasi.
Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menambahkan, peran kepala sekolah sangat strategis sebagai pemimpin dan manajer perubahan di sekolah.
“Kepala sekolah diharapkan menggerakkan seluruh sumber daya untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan siswa, termasuk supervisi, edukasi, deteksi dini, dan kemitraan dengan pemangku kepentingan,” jelas Nunuk.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan pemerintah daerah wajib membentuk Pokja BSAN di tingkat provinsi dan kabupaten/kota paling lambat enam bulan sejak peraturan diterbitkan. Sekretaris daerah menjadi ketua, dan kepala dinas pendidikan sebagai koordinator.
“Tujuannya agar kebijakan ini tidak hanya normatif, tapi terintegrasi dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan daerah,” pungkas Gogot.
Dengan langkah ini, Kemendikdasmen berharap sekolah di seluruh Indonesia semakin aman dan nyaman bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan, sekaligus melibatkan masyarakat luas dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Editor: Redaksi TVRINews
