
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam ekosistem teknologi global. Menurutnya, Indonesia kini bergerak dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi mitra utama dalam rantai pasok industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI).
“Indonesia tidak lagi ingin berada di pinggir rantai nilai industri teknologi. Inilah mengapa konferensi ini sangat penting. Kami tidak hanya ingin menjual materi kepada Anda, tetapi juga membangun kerangka kerja mineral penting berbasis teknologi,” tegas Wamen Nezar saat menyampaikan keynote speech di India-Indonesia Critical Mineral Conference, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Wamen Nezar menekankan bahwa visi pemerintah adalah memanfaatkan kekayaan mineral nasional sebagai fondasi untuk membangun industri teknologi masa depan. Ia juga menyoroti keberhasilan India dalam akselerasi ekosistem teknologi melalui inisiatif Make in India.
“Saya kagum dengan transformasi teknologi yang terjadi di India, termasuk pembangunan pusat data berbasis AI oleh Tata Group dan inovasi jaringan yang menghadirkan superkomputer ke desktop. India tidak hanya berpartisipasi dalam masa depan, mereka sedang membangunnya,” ujar Nezar.
Sebagai langkah konkret, pemerintah Indonesia menawarkan tiga agenda utama untuk kolaborasi strategis dengan India:
Investasi fasilitas pemrosesan mineral di Indonesia agar menjadi material berkualitas untuk elektronik.
Pengembangan sumber daya manusia, termasuk transfer pengetahuan dan pelatihan talenta insinyur semikonduktor.
Membangun koridor ketahanan rantai pasok, menghubungkan sumber daya Indonesia dengan manufaktur India agar tercipta rantai pasok yang tangguh dan efisien.
Wamen Nezar menekankan, kolaborasi ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi global yang terus berkembang.
“Dengan langkah strategis ini, Indonesia siap memainkan peran sentral, tidak lagi sekadar pemasok bahan mentah, tapi menjadi bagian dari inovasi dan pembangunan teknologi masa depan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
